Gubernur: Masa Depan Kaltim Pada SDA Terbarukan

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan sinergi antara pusat dan daerah memegang peran penting dalam kesuksesan pelaksanaan pembangunan. Diterangkannya, dalam arahan Presiden yang disampaikan saat rapat kerja pemerintah beberapa waktu yang lalu.
Dia menyebutkan  ada tiga pertanyaan kunci yang menarik dan dihubungkan dengan kondisi Kaltim dan strategi Kaltim dalam melakukan pembangunan ekonomi, yakni untuk apa dan untuk siapa pembangunan ekonomi? Bagaimana strategi pembangunan ekonomi yang kita pilih? Dan bagaimana kita menghadapi gejolak ekonomi global?  
“Ketiga pertanyaan mendasar ini sangat erat sekali dengan visi yang dipilih oleh Kaltim, yaitu bagaimana Pemprov ingin mewujudkan Kaltim sebagai pusat agroindustri dan energi terkemuka menuju masyarakat adil dan sejahtera,” kata Gubernur, belum lama ini.
Gubernur menjelaskan Kaltim memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif. Kaltim dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki dan beragam macamnya merupakan modal dasar pembangunan yang sangat penting, namun limpahan kekayaan SDA itu ternyata belum maksimal dapat mensejahterakan seluruh rakyat Kaltim.
“Pertumbuhan ekonomi Kaltim masuk dalam kategori tumbuh rendah dan tidak menciptakan lapangan kerja. Mengingat struktur ekonomi Kaltim yang didominasi oleh sektor pertambangan,” jelasnya.
Peran sektor pertambangan, kontribusinya dominan yaitu 47,39 persen dari PDRB. Namun kenyataannya sektor pertambangan tidak mampu menciptakan lapangan kerja, hanya kurang lebih 7,3 persen saja. Tetapi sebaliknya, sektor pertanian, walaupun memberikan kontribusi kecil terhadap pembentukan PDRB namun mampu menciptakan lapangan kerja kurang lebih 48,7 persen.
“Karena itu, tidak salah jika Kaltim kedepan lebih mengandalkan pengembangan sektor pertanian dalam arti luas, seperti perkebunan, perikanan, peternakan dan Hutan Tanaman Industri. Jadi masa depan Kaltim bukan di batu bara atau di migas, tetapi masa depan Kaltim adalah pada sumber daya alam yang dapat diperbaharui,” tegasnya.
Menurut dia, Kaltim melakukan pergeseran pendekatan dari ekonomi berbasis unrenewable reosurces menjadi berbasis renewable resource, dari eksportir bahan mentah menjadi eksportir bahan jadi, olahan dan berdaya saing, memiliki nilai tambah dan mampu memberikan multiplier effect yang lebih signifikan bagi kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan.
“Keunggulan komparatif potensi yang dimiliki Kaltim harus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus sebagai modal dasar untuk mendorong tumbuhnya lokomotif ekonomi baru dan tulang punggung perekonomian nasional,” pungkasnya. (her/hmsprov).

////Foto : Kabun karet menjadi salah satu komuditas unggulan Kaltim yang merupakan sumber daya alam yang terbarukan.(Ist)


 

Berita Terkait