Gubernur: Menteri Pendidikan Mohon Maaf

Jadwal UN Kaltim Diundur Menjadi Kamis
SAMARINDA - Ujian Nasional (UN) urung dilaksanakan Senin (15/4), hari ini dan baru akan dilaksanakan pada Kamis  (18/4). Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyampaikan permohonan maaf dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh atas pengunduran jadwal tersebut.  
Pengunduran jadwal tersebut karena  kendala teknis pengepakan naskah soal di percetakan, khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SMA/MA/SMALB/SMA dan Paket C.
“Sesuai informasi yang diterima Gubernur Awang Faroek Ishak dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, jadwal UN di Kaltim mengalami pengunduran. Gubernur menyampaikan permohonan maaf dari menteri karena keterlambatan distribusi soal. Beberapa daerah termasuk Kaltim mengalami pengunduran jadwal ujian,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim, Minggu (14/4).
Musyahrim menjelasakan semula, pengunduran jadwal tersebut adalah pada Rabu (17/4), namun kemarin sore (Minggu (14/4) ada informasi  terbaru dari Humas Kemendikbud yang menyatakan UN dijadwalkan pada Kamis.
Dijelaskan, pengunduran tersebut bukan hanya di Kaltim, tapi  juga dialami 10 provinsi lain, yakni Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.  
Secara teknis, lanjut dia, proses pelaksanaan ujian nasional tidak berubah di Indonesia. Hanya, untuk Kaltim ujian baru dimulai Kamis (18/4) dengan  tetap mengujikan mata pelajaran sesuai jadwal hari yang telah ditentukan, termasuk jadwal mata pelajaran pada Kamis (18/4) juga tidak ada perubahan.  
Sementara, pada Jumat (19/4) mengujikan mata pelajaran yang seharusnya dilaksanakan pada Senin (15/4). Sedangkan jadwal pada Selasa (16/4) dilaksanakan pada Senin (22/4).
“Jadi, Sabtu, 20 April ini tidak ada pelaksanaan ujian. Karena itu, bagi seluruh kepala sekolah agar menyampaikan informasi ini kepada guru-guru, sehingga peserta tidak merasa terganggu secara psikologis dalam mengikuti ujian. Diharapkan, dengan diundurnya pelaksanaan ujian tersebut guru-guru dapat memberikan bimbingan kepada peserta ujian secara bijaksana. Ini juga harapan Gubernur Awang Faroek,” jelasnya.
Jumlah peserta ujian di Kaltim untuk jenjang SMA, MA dan SMK mencapai 43.850 orang, terdiri  dari 23.411 peserta ujian SMA dan MA dan 20.439 peserta SMK. Sedangkan jumlah peserta UN Paket C jenjang SMA sederajat dan SMALB mencapai 2.895,  terdiri dari jumlah peserta Paket C 2.868 orang dan SMALB 27 orang.  
Sebelumnya Jadwal ujian yang seharusnya dilaksanakan, yakni Senin (15/4) dilaksanakan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk semua jurusan. Selasa (16/4) mata pelajaran Fisika untuk jurusan IPA, Ekonomi untuk jurusan IPS, Bahasa Asing untuk jurusan Bahasa, Tafsir untuk jurusan Program Keagamaan (MA), Bahasa Inggris untuk SMK.     Rabu (17/4) mata pelajaran Matematika untuk semua jurusan.
Kamis (18/4) pada jam pertama mata pelajaran Kimia untuk jurusan IPA, Sosiologi untuk jurusan IPS, Antropologi untuk jurusan Bahasa dan Fikih untuk jurusan Program Keagamaan (MA).
Pada jam kedua mata pelajaran Biologi untuk jurusan IPA, Geografi untuk jurusan IPS, Sastra Indonesia untuk jurusan Bahasa dan Hadis untuk jurusan Program Keagamaan (MA). Sementara jurusan atau tingkat SMK hanya melaksanakan ujian hingga Rabu (17/4).
Karena adanya perubahan jadwal pelaksanaan UN, maka penyelenggara dan peserta tetap ujian tetap berpedoman pada jadwal pelajaran semula sesuai dengan hari yang telah ditentukan (jay/hmsprov).

///Foto : H Musyahrim


 

Berita Terkait