Gubernur Minta FKUB Terus Jaga Kondusifitas Daerah

Gubernur Minta FKUB Terus Jaga Kondusifitas Daerah

BALIKPAPAN - Gubernur Kaltim H Awang Faroek  Ishak meminta jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama  (FKUB) dapat terus mendorong terciptanya kondusifitas daerah  terlebih tahun ini Bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilihan anggota legislatif  dan pemilihan presiden dan wakil presiden.

Demikian pesan gubernur dalam sambutan yang dibacakan Walikota Balikpapan H Rizal Effendi saat membuka Rapat Koordinasi FKUB se-Kaltim dan Kaltara di Kantor Walikota Balikpapan, Selasa(18/2).

Pesta demokrasi akan diawali dengan pemilihan anggota legislatif  (DPR RI, DPD RI dan DPRD) pada 9 April dan disusul pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014.

“Perbedaan pandangan dan dukungan tidak bisa dihindari baik secara perseorangan maupun kelompok. Tapi tidak boleh ada konflik karena perbedaan itu,” katanya.

Gubernur menegaskan, bahwa kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan sehingga perbedaan tersebut tidak berkembang lebih besar dan berdampak negatif bagi ketentraman serta kedamaian daerah yang sudah terjaga dengan baik.  

“Karena itu, saya minta jajaran FKUB agar bisa memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa perbedaan yang terjadi pada pemilihan umum itu hanya sementara. Setelah pemilihan umum, semua harus kembali bersatu membangun negeri ini,” tegas gubernur. 

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kaltim Yudha Pranoto mengatakan, meski sangat heterogen, Kaltim selama ini dikenal sebagai daerah yang sangat kondusif. Kondisi itu perlu terus diijaga sebagai modal untuk membangun daerah.

“Pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kaltim relatif tenang dan aman. Terakhir pemilihan gubernur dan wakil gubernur September tahun lalu, alhamdulillah juga berjalan aman,” sebut Yudha. 

Kondisi tersebut menurut Yudha sangat berbeda dengan kejadian di sejumlah daerah di Indonesia. Dimana tidak sedikit pemilihan kepala daerah justru diwarnai  kerusuhan dari pendukung yang kurang puas atas hasil pemilihan. Kerusuhan tidak jarang pula  menimbulkan korban jiwa.

“Karena itu peran FKUB di Kaltim dan Kaltara sangat penting dalam upaya mendukung dan menjaga stabilitas keamanan yang selama ini sudah terpelihara dengan baik,” pungkas Yudha. (gie/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait