Gubernur Minta Ibu Berikan Anak dengan Pendidikan Berkualitas

SAMARINDA – Memperingati hari ibu, 22 Desember 2015, hendaknya bisa dijadikan momentum bagi kaum ibu untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi putra dan putrinya, sehingga mampu menyongsong masa depan yang lebih baik.

Hal itu dikatakan  Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, terkait dengan peringatan hari ibu yang jatuh pada 22 Desember 2015. Dengan harapan mampu menciptakan generasi berkualitas dan siap bersaing di dunia global.

Memberikan pendidikan berkualitas tidak sulit, asalkan dilakukan dengan hati yang baik dan santun. Dimulai dengan hati dan bahasa yang baik, anak-anak maupun cucu-cucu akan menjadi orang yang bermoral dan berakhlak mulia.

“Marilah di Hari Ibu tahun ini para ibu, kita mencoba memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak dan cucu-cucu kita. Sehingga diharapkan mereka ke depan tumbuh menjadi anak yang dapat diandalkan dan bermoral serta menjadi warga negara yang berpendidikan,” kata Awang Faroek Ishak, di Samarinda, Senin malam.

Dia mengatakan, selain berperan untuk memberikan pendikan bagi anak-anaknya, kaum  perempuan diakui sudah berperan sejak zaman perjuangan dengan ikut kongres perempuan, berjuang merebut kemerdekaan hingga berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Menurut dia, jasa ibu tidak bisa tergantikan dalam kehidupan manusia. Hasil kerja keras para ibu menjadikan anak-anak berhasil seperti sekarang. Ibu menjadi orang pertama yang mendidik dan menanamkan nilai hidup. Utamanya dalam meletakan pondasi dasar kehidupan.

Karena itu, peringatan ini diharapkan bukan hanya sebagai penghargaan terhadap kodrat perempuan. Tapi memaksimalkan peran perempuan terlibat dalam pembangunan. Peringatan hari ibu seharusnya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan penghargaan dan kesempatan sama kepada perempuan di berbagai bidang pembangunan.

“Pemprov sangat memberikan perhatian penghargaan terhadap perempuan. Buktinya dari 53 SKPD lingkup Kaltim, 20 persen atau 10 orang diantaranya perempuan dipercaya menjadi pejabat eselon II atau kepala dinas. Belum lagi untuk pejabat eselon III setingkat kepala bidang dan eseon IV setingkat kepala seksi tentu lebih banyak lagi,” jelasnya.(jay/es/humasprov)

Foto: Awang Faroek Ishak

Berita Terkait
Government Public Relation