Gubernur Minta Tarian Lundayeh Tampil di TMII


 

SAMARINDA - Promosi seni dan budaya khas Kaltim ke level  nasional maupun internasional harus terus dilakukan. Keberhasilan perwakilan Kaltim meraih juara umum di tingkat internasional, yakni pada ajang Poland Caravan Culture Festival Internasional 2016 di Polandia baru-baru ini, memberi tanda bahwa budaya khas Kaltim ternyata sangat menarik dan mendunia.

Atas sukses di kancah internasional itu, Kaltim pun diminta untuk tampil di Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII) pada saat HUT ke-42 TMII 2017 dengan membawakan tarian Hudoq dengan dukungan personil 1.000 penari.

Bukan hanya tarian Hudoq, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak juga menyarankan agar tarian Dayak Lundayeh juga ditampilkan.  Karena, melalui penampilan tersebut masyarakat di luar Kaltim, baik luar negeri maupun di Indonesia dapat mengetahui kekayaan seni dan budaya Kaltim. Apalagi, tarian Lundayeh sangat terkenal di wilayah perbatasan.

“Jadi, selain Hudoq, tarian khas dari perbatasan juga ditampilkan khususnya Lundayeh. Karena, tidak banyak yang mengetahui tarian khas wilayah perbatasan kita ini,” kata Awang Faroek Ishak di Samarinda, Kamis (22/12).

Menampilkan tarian Lundayeh dan Hudoq di TMII diharapkan dapat mengenalkan seni dan budaya Kaltim. Aneka budaya ini akan lebih mengenalkan Kaltim, bukan hanya sebagai provinsi dengan kekayaan sumber daya alam, baik minyak dan gas hingga batu bara. Tetapi, juga dikenal karena kekayaan seni dan budayanya.

Awang meyakini dengan potensi yang ada tersebut akan mampu menarik wisatawan untuk mengenal seni dan budaya Kaltim. “Semoga tarian Lundayeh dapat ditampilkan di Taman Mini Indonesia Indah, sehingga masyarakat semakin kenal tarian wilayah perbatasan yang ada di Kaltim,” harap Awang. (jay/sul/es/humasprov)     

Berita Terkait