Gubernur: Momentum untuk Bermuhasabah

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434 H

 

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW merupakan momentum yang tepat untuk kita sebagai umat muslim melakukan intropeksi diri atau bermuhasabah, mengukur dan mengevaluasi apa saja yang telah kita lakukan selama ini.

“Kita juga dapat memetik hikmah yang strategis dan menjadikan kepribadian Rasulullah SAW sebagai teladan kita, sehingga dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari dapat selalu berada di jalan yang benar dan selalu bersyukur terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujar gubernur pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434 Hijriyah/2013 Masehi di lingkungan Pemprov Kaltim, di Pendopo Lamin Etam, Rabu (23/1).

Pada kegiatan yang mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah Muhammad SAW, Membangun Kaltim Menuju Zona Integritas” kali ini, Gubernur menekankan betapa pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan seluruh Umat Islam di tengah perbedaan kecil yang kerap menimbulkan gesekan kecil di lingkungan masyarakat.

“Kita harus terus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan Umat Islam. Jaga terus kualitas kerukunan umat beragama dan antar umat beragama di Kaltim, sehingga kita dapat mewujudkan pembangunan yang adil, merata, sejahtera dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan, pada era globalisasi seperti saat sekarang ini, saat semakin majunya teknologi informasi dan ditengah maraknya perilaku hedonisme yang menyebabkan masyarakat kita mencari kesenangan dan kenikmatan semata, hanya akhlak dan moral baik yang mampu memfilter semua budaya barat negatif yang masuk ke Indonesia dan kaltim.

“Keanekaragaman suku, agama, ras dan budaya yang ada di Indonesia merupakan kekayaan dan anugerah dari Allah SWT untuk Indonesia. Mari kita jaga nilai-nilai kearifan lokal dengan mengambil sisi positif dari budaya luaryang masuk ke Indonesia,” ucapnya.

Gubernur menambahkan, momentum peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang dilaksanakan setiap tahun jangan dijadikan rutinitas belaka atau kegiatan seremonial keagamaan semata. Peringatan ini bisa dijadikan sebagai wahana penyegaran rohani dan dalam rangka mempererat tali silaturahim bagi umat muslim di lingkungan Pemprov.

Gubernur mengajak seluruh Umat Muslim dan umat beragama lainnya di Kaltim agar terus menjaga kebersamaan dan kehidupan bertoleransi, yang sangat relevan diterapkan dalam kehidupan umat sekarang yang belakangan mudah terpancing emosi karena perbedaan kelompok, etnis, maupun agama.

“Kita jaga Kalimantan Timur agar terus kondusif, sehingga memberikan rasa kenyamanan dan keamanan bagi masyarakatnya, juga bagi para pendatang maupun investor yang ingin menanamkan modalnya di Kaltim,” pintanya.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434 Hijriyah dilingkungan Pemprov Kaltim juga diisi dengan tausiyah dari Ustad Abdullah Bin Taher, yang menyampaikan tentang hikmah dari Maulid Nabi Muhammad SAW, Akhlakul Karimah serta pentingnya kehidupan yang berkaitan dengan cinta, harta dan tahta yang dilandasi “lillahi ta’ala”.

Turut hadir pada kesempatan ini, Ibu Gubernur Hj E Amelia Suharni Faroek, Wakil Gubernur H Farid Wadjdy, Sekprov H Irianto Lambrie beserta istri, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim dan jajaran SKPD lingkup Pemprov Kaltim.(her/hmsprov).

Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Ustad Abdullah Bin Taher.(fajar/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation