Gubernur Paparkan Sejumlah Kemajuan

SAMARINDA - Sejumlah keberhasilan pembangunan yang dicapai selama hampir lima tahun kepemimpinan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy dipaparkan dalam Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kaltim pada Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (KPJ-AMJ) Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2009-2013, di Gedung DPRD Kaltim, Kamis (15/8). 

Penyampaian laporan ini disampaikan secara bergantian oleh gubernur dan wakil gubernur. Kesempatan pertama disampaikan oleh  Gubernur Awang Faroek. Dia menjelaskan bahwa telah terjadi peningkatan sejumlah instrumen pertumbuhan ekonomi, investasi,  kenaikan alokasi anggaran, kenaikan Pendapatan Asli Daerah, perbaikan pengelolaan keuangan dan lain-lain.

Dijelaskan Awang Faroek, dengan semangat membangun masa depan ekonomi daerah Kaltim yang berbasis renewable resources dan  tidak tergantung dengan minyak, gas (migas)  dan batu bara yang di awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2009-2013 masih mendominasi hingga 75,04 persen dari total Product Domestik Regional Brutto (PBRD) 2012 yang sebesar Rp419,1 triliun.

"Kita ingin membangun Kaltim yang lebih sejahtera,  berkeadilan serta berkelanjutan melalui pembangunan ekonomi melalui percepatan pembangunan kawasan industri yang berorientasi pada nilai tambah dan ekspor non migas dengan pendekatan kluster industri yang mengedepankan unggulan ekonomi kerakyatan seperti pertanian dalam arti luas," ujarnya.

Dijelaskan gubernur, diawal kepemimpinan sebagai kepala daerah ada sepuluh isu strategis pembangunan di Kaltim, yaitu kemandirian dan kedaulatan pangan, pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, mengatasi keterbatasan akses permodalan, reformasi birokrasi, memperbaiki degradasi mutu lingkungan,  meningkatkan daya saing dan iklim investasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur dan pembangunan perbatasan, pedalaman dan daerah tertinggal.

Setelah memimpin selama empat tahun delapan bulan hingga penyampaian laporan akhir ini, Kaltim telah mendapat banyak  prestasi dan pujian,  sehingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa Kaltim kini adalah Kaltim yang tidak hanya bangun dan menggeliat, namun telah mampu berlari semakin kencang.

Dihadiri 28 anggota DPRD Provinsi Kaltim,  disampaikan pertumbuhan ekonomi selama lima  tahun terakhir mengalami peningkatan dan relatif stabil dengan pertumbuhan ekonomi tanpa Migas tahun 2012 mencapai 11,31 persen, walaupun dengan Migas masih sebesar 3,98 persen. Ini adalah cerminan masih besarnya dominasi sektor migas, pertambangan dan batu bara telah melampaui target RPJMD 2013 sebesar 3,72 persen. 

Begitupun dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2008 sebesar Rp314,81 triliun. Pada tahun 2012 PDRB Kaltim meningkat menjadi Rp419,10 triliun, dan tahun ini hingga triwulan II 2013,  PDRB Kaltim telah tercatat sebesar Rp211,35 triliun. Diperkirakan hingga  Desember PDRB Kaltim mencapai Rp 447,62 triliun atau menduduki posisi ke-6 nasional. 

Peningkatan investasi di berbagai sektor juga terus meningkat. Jika pada 2008 jumlah penanaman modal hanya sebesar Rp439,48 miliar, kini meningkat menjadi Rp30,47 triliun pada 2012. 

"Penanaman Modal Dalam Negeri  Kaltim menduduki posisi empat secara nasional setelah Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Sedangkan Penanaman Modal Aasing di Kaltim tahun 2012 menduduki posisi ke lima setelah Provinsi Jabar, DKI Jakarta, Banten dan Jatim," ujarnya.

Sedangkan pada kinerja ekspor, pada tahun 2012 Kaltim mampu memberikan kontribusi ekspor terbesar secara nasional dengan nilai sebesar US$ 33,79 milyar, meningkat jika dibandingkan tahun 2008 yang hanya mencapai US$ 24,70 miliar. Bahkan, hingga bulan Mei 2013, nilai ekspor Kaltim telah mencapai US$ 13,42 miliar.

Pertumbuhan pembangunan tidak akan berdaya jika tingkat inflasi tinggi. Namun, tingkat inflasi di Kaltim pada tahun 2012 terkendali pada posisi 5,60 persen. Kondisi ini sangat jauh berbeda dibanding tingkat inflasi tahun 2008  lalu yang berada pada angka dua digit yaitu 13,06 persen.  

"Jadi selama kepemimpinan ini terjadi sejumlah kemajuan dan prestasi pembangunan yang telah dicapai. Kondisi Kaltim kini telah berubah, semakin maju dan berkembang dengan hasil pembangunan yang kini kita rasakan bersama," ujar Awang.  (yul/hmsprov)

Berita Terkait