Gubernur: Pemuda Memegang Tongkat Estafet Pembangunan

Kaltim Bagian Tidak Terpisahkan dari NKRI

 

SAMARINDA – Kaltim merupakan bagian tidak terpisahkan dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Terbukti dengan kekayaan sumber daya alam berlimpah yang menghasilkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) sekitar Rp412 triliun pada 2012, namun tidak sepenuhnya kembali Kaltim, melainkan untuk pembangunan daerah lain di Indonesia.

Demikian ditegaskan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada Malam Ramah Tamah Merajut Indonesia dan Duta Wisata 33 Provinsi di Pendopo Lamin Etam, Senin malam (28/10).

 “Kaltim merupakan salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara, namun tidak sepenuhnya apa yang diberikan kepada negara kembali ke Kaltim. Apa yang kembali ke Kaltim dari dana perimbangan maupun dana bagi hasil migas masih jauh dari yang kita harapkan. Namun kita menyadari, apa yang diberikan Kaltim ke negara juga dibagi rata untuk pembangunan daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara, kata Awang Faroek, sangat ironis dengan kondisi infrastruktur jalan di Kaltim saat ini. Dengan luas keseluruhan 208.657,74 kilometer persegi atau 1,5 kali Pulau Jawa dan Madura, kondisi geografis yang unik ditambah dengan keterbatasan dana. Sangat sulit bagi Kaltim untuk melakukan pemerataan pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Karena itu, saat ini Kaltim dimekarkan dan berdasarkan UU Nomor 20/2012 sehingga terbentuklah Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi ke-34 di Indonesia yang meliputi Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Kota Tarakan. Provinsi ini secara definitif berpisah dengan Kaltim pada 2015 yang akan datang.

“Dengan pemekaran wilayah Kaltara, kita harapkan percepatan dan pemerataan pembangunan dapat terwujud, karena wilayah Kaltim yang dulunya sangat luas sekarang terbagi menjadi dua yang dipimpin oleh dua gubernur,” jelasnya.

Awang Faroek mengungkapkan Kaltim yang saat ini perekonomiannya bergantung pada migas dan batu bara (unrenewable resources), berupaya merubah struktur perekonomian menjadi berbasis sumber daya alam terbarukan (renewable resources), yakni pada sektor pertanian dalam arti luas, pariwisata maupun industri manufaktur.

“Kalianlah para pemuda yang memegang tongkat estafet pembangunan ke depan. Bagi pemuda Kaltim dan pemuda Indonesia agar dapat mempersiapkan diri dan meningkatkan kualitas SDM guna memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dan menyongsong persaingan global. Jadikan Hari Sumpah Pemuda ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat dan motivasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan di daerah,” ucapnya.

Gubernur juga berpesan kepada Duta Wisata Pemuda Indonesia yang berasal dari 33 provinsi agar dapat mempromosikan daerah masing-masing dan Indonesia kepada daerah lain maupun dunia internasional. Apalagi Jambore Pemuda Indonesia kali ini juga diikuti pemuda-pemuda ASEAN dan negara peninjau.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai sarana promosi daerah untuk diperkenalkan seluas-luasnya kepada dunia internasional. Terutama tentang informasi objek wisata maupun adat istiadat dari seluruh provinsi di Indonesia,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Awang Faroek Ishak juga menandatangani kesepakatan bersama tentang promosi wisata dan budaya Kaltim dengan Duta Wisata Papua (Jenny Ribka Suebu) dan Duta Wisata Nanggroe Aceh Darussalam (Munawarah).

Kesepakatan tersebut berisi peran dan tanggung jawab Pemprov Kaltim untuk memfasilitasi Duta Wisata Papua dan Aceh untuk berkunjung ke beberapa daerah potensi wisata di Kaltim selama satu tahun dan memberikan informasi tentang wisata dan budaya Kaltim.

Sementara Duta Wisata Papua dan Aceh memiliki peran dan tanggung jawab untuk memperkenalkan Kaltim sebagai daerah tujuan wisata dan budaya serta mempromosikan potensi pariwisata Kaltim ke seluruh Indonesia, serta ikut menjaga nama baik Kaltim.

“Dengan kerjasama ini, kita harapkan Kaltim semakin dikenal luas sebagai daerah tujuan wisata dan budaya, baik di nusantara maupun mancanegara,” katanya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Plt Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi, Walikota Samarinda H Syaharie Jaang, Deputi Kemenpora, Kadispora Kaltim H Sigit Muryono, dan Kadispora provinsi se Indonesia, serta tokoh pemuda, masyarakat dan agama di Kaltim. (her/hmsprov)

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (lima dari kiri) Deputi Kemenpora, Walikota Samarinda Syahari Ja’ang bersama Duta Wisata dari 33 Provinsi di Indonesia.(heru/humasprov kaltim)

Berita Terkait