Gubernur: Pendidikan Kaltim Dilakukan Secara Inklusif

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan pembangunan  pendidikan  untuk rakyat Kaltim dilakukan secara merata dan inklusif. Dengan pemerataan pembangunan, masyarakat di wilayah perbatasan, pedalaman dan masyarakat di kawasan tertinggal tetap mendapat hak untuk menerima pendidikan.  
“Pembangunan yang kita laksanakan adalah pembangunan inklusif. Pembangunan yang dinikmati seluruh rakyat. Tidak hanya diperkotaan, tetapi juga dipelosok.  Tidak hanya di pesisir tetapi juga di pedalaman. Warga daerah terpencilpun harus mendapat pelayanan pendidikan yang sama,” kata Awang Faroek Ishak, baru-baru ini di Samarinda.
Menurut dia, jika anak-anak perkotaan di wilayah Kaltim meraih pendidikan berstandar nasional dan internasional, maka anak-anak di seluruh wilayah pedalaman, terpencil dan tertinggal serta pelosok-pelosok juga harus mendapatkan hak yang sama.  
“Karena itu, kalau anak-anak di Pulau Jawa meraih pendidikan yang kualitasnya tinggi, maka anak-anak di Kaltim juga harus mendapatkan kualitas yang sama dengan di Pulau Jawa,” tegasnya.
Awang menegaskan, Pemprov Kaltim berkomitmen, bahwa pendidikan dari semua lini, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi (PT) di Kaltim harus mendapatkan perhatian. (jay/hmsprov)

///Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama pelajar di Kabupaten Nunukan yang merupakan salah wilayah yang berbatasan langsung dengan Negera Malaysia.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait