Gubernur: Pengembangan Komoditi Aren Menjajikan

Gula Aren banyak diminati masyarakat. (dok).

 

Gubernur: Pengembangan Komoditi Aren Menjajikan

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta kepada para pengusaha agar tidak saja mengembangkan komoditi kelapa sawit, tetapi juga perlu pengembangan komoditi unggulan lainnya seperti  pengembangan komoditi aren atau enau (arenga pinnata)

 

Menurutnya, komoditi aren prospek pasarnya juga sangat menjanjikan,  tapi sekarang ini masih belum begitu dilirik oleh pengusaha. Karena itu diharapkan kepada pengusaha yang ada di Kaltim kiranya bisa mengembangkan komoditi aren ini. "Berdasarkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kaltim untuk areal lahan  perkebunan mencapai 3 juta dan baru  sebagian yang dimanfaatkan. Lahan yang belum digarap bisa dimanfaatkan untuk perkebunan aren," kata Awang.

 

Pengembangan aren menurut Awang Faroek tidak akan jadi masalah untuk Kaltim yang memiliki lahan masih sangat luas. Belum lagi lahan eks tambang yang bisa dimanfaatkan untuk program perhutanan sosial. "Terkait permodalan  juga tidak ada masalah, karena Bankaltim telah menyediakan program kredit termasuk untuk pengembangan komoditi unggulan. Pengusaha jangan hanya mengembangkan kelapa sawit, tetapi juga komoditi lainnya  seperti perkebunan aren," ajak Awang.

 

Sementara Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ir Ujang Rachmad menjelaskan untuk tahun 2017 Disbun telah menyiapkan bibit untuk semua komoditi termasuk aren. Mulai tahun hingga tahun depan Disbun akan menyiapkan bibit aren sekitar 50 ribu bibit. Selain itu, lanjutnya, Disbun  juga sedang merevitalisasi kebun-kebun induk aren dan sekarang ini kita terus  mempersiapkan  dan berupaya memperbanyak  bibit komoditas perkebunan. "Kalau nanti kehutanan melalui perhutanan sosial memerlukan bibit aren, kita sudah siap," kata Ujang.

 

Menurut Ujang, potensi perkebunan aren berada di Kabupaten Kutai Timur, tetapi kedepan tentu juga bisa dikembangkan di daerah lainnya. Dinas Kehutanan akan membuat areal hutan  aren dalam program perhutanan sosial, sementara Disbun Kaltim akan menyiapkan bibitnya. (mar/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation