Gubernur: PKH Wujudkan Masyarakat Lebih Baik

Penyerahan Insentif PKH untuk RTSM Samarinda dan Kubar


SAMARINDA– PKH (Program Keluarga Harapan) menuntut tanggung jawab dan keseriusan dari semua pihak yang terlibat di dalamnya. Mulai dari unsur pemerintah dalam memberikan pelayanan optimal, cepat dan tepat sasaran, hingga masyarakat yang harus berpartisipasi aktif dan mengubah mindset (cara berpikir) dari hanya menunggu dan menerima bantuan menjadi  pribadi yang berupaya untuk mandiri.
Demikian dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Pemerintahan Setprov Kaltim,  Aji Sayid Faturrahman, pada penyerahan bantuan kepada RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) yang mengikuti program PKH tahap pertama untuk Samarinda dan Kutai Barat, di kantor Kecamatan Sungai Pinang, Selasa (11/6).
“PKH akan mewujudkan keadaan masyarakat yang lebih baik, karena program ini di rancang untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi angka kematian bayi dan ibu melahirkan, meningkatkan partisipasi anak bersekolah dan meningkatkan kesetaraan gender. Untuk itu, masyarakat harus berperan aktif untuk mensukseskannya,” ujarnya.
Dijelaskan, PKH sangat strategis dalam upaya memutus rantai kemiskinan di Kaltim dan Indonesia. Karena, menurut dia, kemiskinan bisa diwariskan apabila bayi yang dilahirkan tidak sehat, kemudian anak-anak tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang cukup dan pendidikan yang baik.
“Melalui PKH ini, bayinya diminta untuk terus diperiksakan saat kehamilan, ketika sudah lahir diimunisasi, dan ketika masuk usia sekolah harus bersekolah. Sehingga jika orangtua belum sempat memperoleh kehidupan yang baik dalam persaingan dewasa ini, tetapi anaknya harus mampu bersaing dengan meningkatnya kualitas hidup mereka melalui program-program pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.
Kaltim, lanjut dia, merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PKH dan merupakan provinsi dengan sharing dana terbesar. Atas dasar tersebut Kaltim berhasil memperoleh PKH Award 2012 dari Kementerian Sosial untuk tingkat provinsi.
“Kita mendukung PKH yang merupakan program komplementer dari program-program yang sudah ada. Apalagi Kaltim saat ini sedang gencar melakukan penanggulangan kemiskinan. PKH dan program di tingkat provinsi akan saling bersinergi untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Sosial H Bere Ali, mengungkapkan ada sekitar 27.919 RTSM di Kaltim yang memenuhi persyaratan peserta PKH. Yang nantinya akan menerima bantuan langsung tunai, setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, yaitu menyekolahkan anak, menjaga kesehatan bayi dan anak-anaknya melalui program pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun rumah sakit.
Ditambahkan, keberhasilan PKH sangat ditentukan dari verifikasi dan validasi data yang diperoleh dari hasil Pendataan Program perlindungan Sosial (PPLS) 2011 yang dilakukan oleh BPS. Pada tahap pertama, Samarinda dan Kutai Barat telah melalui proses verifikasi dan validasi sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
“Pada tahap pertama untuk Samarinda ada 2.677 RTSM dari 3.123 RTSM yang telah diverifikasi dan Kutai Barat ada 1.263 RTSM dari 1.449 RTSM yang telah diverifikasi. Dana yang akan disalurkan untuk Samarinda dan Kubar mencapai Rp1,146 miliar. Akhir 2013 semua dana akan tersalurkan kepada peserta PKH di sembilan kabupaten/kota se Kaltim dan lima kabupaten/kota di Kaltara. Jadi diperkirakan semuanya sudah terjangkau,” jelas Bere. (her/hmsprov).

///Foto : Asisten Pemerintahan Setprov Kaltim,  Aji Sayid Faturrahman, Kepala Dinas Sosial H Bere Ali dan sejumlah anggota DPRD Kaltim berfoto bersama para penerima bantuan PKH.(heru/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation