Gubernur Respon Cepat Tawaran EvCC

SAMARINDA - Langkah cepat diambil oleh Pemprov Kaltim dan Everett Community College (EvCC) untuk menjalin kerjasama melalui program Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU). Kerjasama meliputi  pengembangan akademis serta pertukaran kebudayaan di bidang pendidikan dan bidang lainnya.  

"Kalau bisa dipercepat, mengapa harus diperlambat. Kalau bisa dipermudah, mengapa harus dipersulit. Itulah cara kerja saya," kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak usai menerima kunjungan EvCC pada kamis (3/3) kemarin.

MoU atau kesepakatan bersama yang sangat cepat ini karena EvCC pada pagi hari menawarkan kerjasama untuk pengiriman mahasiswa dari Kaltim ke Amerika dan sorenya langsung dibuat kesepakatan bersama. "Ini memang harus dipercepat. Ini adalah kesempatan terbuka bagi putra dan putri Kaltim untuk belajar di Amerika," kata Awang Faroek Ishak.

Kesepakatan bersama itu bertujuan memperkuat hubungan dan memperluas wawasan, apresiasi dan saling menghormati budaya masing-masing diantara siswa-siswi dan komunitas pendidikan serta untuk meningkatkan perekonomian pendidikan, kebudayaan dan kesadaran sosial bagi siswa-siswi sehingga nantinya lebih siap menerima tantangan global dan mendukung pembangunan Provinsi Kaltim.

"Ini merupakan komitmen kita untuk memberikan kesempatan bagi pelajar Kaltim yang tercerdas dan terbaik untuk belajar di Amerika melalui dukungan saling menguntungkan melalui program Beasiswa Kaltim Cemerlang Pemprov Kaltim," katanya.

Ada tujuh poin dalam kesepakatan bersama tersebut, diantaraya yakni menciptakan kesempatan dalam bidang pendidikan bagi siswa-siswi Kaltim di Amerika Serikat melalui program EvCC yang tepat bagi setiap pelamar yang disponsori oleh Pemprov Kaltim termasuk melalui program bahasa Inggris, lulusan SMA, diploma dan bantuan transfer S1 ke universitas di Amerika.

"Kami sepakat mendukung pencapaian tujuan pendidikan siswa pada ilmu sains, teknik, teknologi informasi, bisnis dan kami juga bersepakat membantu siswa dalam mencari pilihan akomodasi selama kuliah di Amerika Serikat," bunyi kesepakatan tersebut.

Selain itu, kesepakatan bersama juga mejalin hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui pengembangan pertukaran dan pemahaman budaya yang seimbang dan menggali potensi kerjasama. 

"Dalam pengiriman pelajar ke EvCC itu kita buat kesepakatan syarat penerimaan siswa dengan usia minimum 16 tahun untuk setiap kampus dalam program yang terbuka untuk pelajar internasional dan menerima TOEFL dengan nilai 500 atau lebih dari hasil tes yang diuji oleh universitas di Kaltim," katanya

Associated Vice President International Education EvCC, Visakan Ganeson memberi acungan jempol kepada Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak karena tidak menyangka tawaran yang diusulkan dalam diskusi langsung disambut dengan cepat.

"Selama 25 tahun saya bekerja. Ini baru terjadi. Baru diskusi dan sosialisasi langsung ada kesepakatan bersama. Saya sangat senang. Betapa pedulinya Gubernur Kaltim dengan dunia pendidikan," puji Visakan Ganeson. (rus/sul/hmsprov)

Berita Terkait