Gubernur: Sektor Pariwisata Potensial Dikembangkan


SAMARINDA - Era pertambangan boleh saja berlalu, namun pertumbuhan ekonomi jangan sampai menurun. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak minta untuk melakukan  transformasi ekonomi dengan memanfaatkan energi baru terbarukan serta lakukan terobosan di sektor pertanian dalam arti luas dengan mengembangkan ekonomi kerakyatan.

 Utamanyanya di sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan yang sangat potensial dengan dukungan luas lahan, adanya sungai dan danau yang luas dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) petani, peternak dan nelayan yang handal.

"Selain itu, tidak kalah pentingnya untuk dikembangkan adalah sektor pariwisata yang juga potensinya sangat besar yang dimiliki  oleh setiap daerah, baik berupa keindahan alam seperti air terjun, pantai, seni budaya,  maupun kehidupan adat-istiadat masyarakatnya yang sangat khas dan menarik banyak pelancong, baik dalam maupun mancanegara," kata Awang Faroek Isahk  saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat di Pendopo Lamin Samarinda, Selasa (19/4).  

Pemprov Kaltim terus mengembangkan  obyek-obyek wisata yang menjadi unggulan di kabupaten/kota. Objek wisata unggulan tersebut nantinya diharap menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) unggulan nasional yang diminati wisatawan nasional dan internasional.

"Itu sebabnya sektor pariwisata tetap menjadi prioritas pembangunan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim 2013 – 2018. Utamanya dalam rangka pemenuhan infrastruktur pendukung pengembangannya dan program promosi objek wisata unggulan daerah," ujarnya.

Khusus pembangunan infrastruktur pendukung, Pemprov Kaltim sejak beberapa tahun terakhir terus berupaya memenuhinya. Diantaranya membangun sarana dan prasarana obyek wisata,  pembangunan pelabuhan udara, pelabuhan laut dan jalan guna mempermudah akses transportasi menuju obyek wisata.

Sedangkan arah kebijakannya mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kepariwisataan, diwujudkan dalam Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan), mengembangkan dan mensosialisasikan obyek daya tarik wisata, seni dan budaya daerah, dan ekowisata/wisata alam. (mar/sul/humasprov

Berita Terkait