Gubernur Siap Fasilitasi Putra-Putri Perbatasan Jadi Tentara dan Polisi

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan siap memfasilitasi putra-putri asli perbatasan maupun daerah pedalaman dan terpencil di Kaltim yang ingin menjadi anggota TNI dan Polri.
Menurut gubernur, rekrutmen calon anggota TNI dan Polri oleh Kodam VI Mulawarman dan Polda Kaltim, sudah seharusnya mengakomodir putra-putri di kawasan perbatasan, daerah pedalaman dan terpencil. Karena, putra-putri asli daerah lebih mempunyai ikatan primordial, sehingga lebih betah jika ditempatkan di daerah-daerah tersebut.
“Pengamanan di daerah-daerah tersebut tentu harus diperhatikan. Siapa lagi yang mau ditugaskan di sana jika bukan putra-putri asli daerah tersebut. Dengan adanya tentara maupun polisi dari putra-putri asli daerah, tugas TNIdan Polri semakin mudah dalam menempatkan personil. Saya yakin TNI dan Polri terbuka bagi warga Kaltim,” kata Awang Faroek di ruang kerjanya, Kamis (11/7).
Awang Faroek meminta putra-putri asli perbatasan maupun dari daerah pedalaman dan terpencil di Kaltim mempersiapkan diri sebaik mungkin, sehingga bisa  mengikuti seleksi yang dilakukan jajaran TNI maupun Polri ini dengan baik.
“Kita juga sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pimpinan TNI dan Polri, sehingga untuk rekrutmen di daerah akan diprioritaskan bagi putra asli daerah setempat. Selain itu, kapasitas penilaian pun sudah diturunkan dengan tujuan para putra daerah bisa lolos seleksi,” jelas Awang Faroek.
Tentunya,  putra-putri asli Kaltim juga harus memenuhi dan menyesuaikan dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh masing-masing lembaga. Sehingga dalam seleksi berkas administrasi bisa lolos dan dapat mengikuti tes-tes selanjutnya.
“Saya harap pemuda Kaltim diprioritaskan untuk diangkat menjadi anggota TNI/Polri di daerah. Secara geografis mereka sudah mengenal persis lingkungan dan memudahkan berkomunikasi dengan masyarakat setempat,” ungkap Awang Faroek.
Gubernur juga mengimbau agar putra-putri asli Kaltim khususnya yang berasal dari daerah perbatasan, pedalaman dan daerah terpencil yang ingin menjadi tentara maupun polisi, hendaknya segera mencari informasi di Kodim maupun Mapolres di masing-masing daerah.  (her/yan/hmsprov).

///Foto : Dr H Awang Faroek Ishak


 

Berita Terkait