Gubernur Teken SKB Percepatan Pengembangan Maratua dan Seychelles

Gubernur Isran menandatangani SKB dengan Bupati Berau H Muharram dengan Utusan Khusus Presiden Seychelles Untuk Asean Nico Barito. (adisuseno/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Percepatan pengembangan pembangunan Kepulauan Wisata Maratua di Kabupaten Berau, Kaltim resmi dilakukan. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor, Bupati Berau H Muharram dengan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN Nico Barito tentang Pembentukan Tim Percepatan Kerja Sama Pengembangan Strategis Kepariwisataan Kepulauan Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim. Penandatanganan dilakukan di Guest House Komplek Lamin Etam, Rabu (6/2/2019).

Isran berpesan momentum ini diharapkan mendatangkan keberkahan bagi rakyat Kaltim, terutama rakyat Berau khususnya masyarakat Maratua. "Semoga bisa terwujud, sehingga bisa menumbuhkan kemajuan sektor kepariwisataan dan  perekonomian masyarakat," kata Isran Noor. Untuk mendukung rencana pengembangan ini diperlukan konsistensi seluruh pihak terkait pengembangan pariwisata di Maratua. Permasalahan pasti, termasuk urusan lahan. Namun diharapkan persoalan lahan ini tidak sampai menghambat pengembangan kawasan Kepulauan Maratua.

Termasuk mengenai harapan Pemkab Berau untuk pengembangan Bandara Maratua. Isran menegaskan, mengenai infrastruktur fisik yang besar Pemprov Kaltim tidak akan lagi mengeluarkan alokasi anggaran, tak terkecuali pengembangan Bandara Maratua. "Bandara Maratua kita akan koordinasi dan komunikasikan dengan Kementerian Perhubungan untuk membantu. Karena, sekarang untuk pembangunan bandara menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan. Kita sudah tegaskan Kaltim pasti tidak menggunakan dana APBD," tegasnya.

Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN Nico Barito mengatakan ke depan Maratua harus menjadi daerah yang tenang bagi wisatawan asing maupun nusantara. "Ke depan Maratua harus bisa dijadikan destinasi khusus, papan atas, bayar mahal, sekali berkunjung sampai 10 hari dan wisatawan merasakan kenyamanan dalam diri. Artinya, kita inginkan Maratua jadi tempatnya bulan madu orang-orang kaya dari Hongkong," jelasnya.

Kunker-Dubes-Seychelles-Nico-Barito-10

Tampak hadir Plt Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana, Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim H Bere Ali, Tenaga Ahli Gubernur Kaltim Bidang Kesehatan dan BPJS Tri Murti Rahayu, Kepala Bappeda Kaltim H Zairin Zain, Kepala Bapenda Kaltim Hj Ismiati, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Abdullah Sani, Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan Riza Indra Riadi, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong, Kepala Dinas PUPR M Taufik Fauzi, Plt Kepala Biro Humas Setprov Kaltim Hj Riawati dan Ketua DPRD Kaltim HM Sahrun HS.

Penandatanganan juga dirangkai penyerahan berita acara SKB antara Gubernur dengan Bupati Berau dan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, serta penyerahan masterplan pengembangan Kepulauan Maratua dari Nico Barito kepada Gubernur dan Bupati Berau, serta diakhiri pemberian kenang-kenangan dari Gubernur Isran Kepada Nico Barito.(jay/sul/fat/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation