Gubernur Terima Award

Sukses Terapkan Best Practice Pengelolaan CSR

 BALI-Setelah pada Senin malam (10/3) menerima KONI Award Tahun 2013 atas dedikasinya di bidang pembangunan olahraga dari KONI Pusat di Jakarta, Selasa (11/3) siang, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak kembali mendapat penghargaan, kali ini datang dari La Tofi School of CSR, berupa National Award for CSR Leading Region di Denpasar, Bali. Penghargaan diserahkan pimpinan La Tofi School of CSR, La Tofi.Usai menerima penghargaan tersebut, Gubernur Awang Faroek menjelaskan bahwa selama ini Kaltim terus berusaha menampilkan best practice terkait pengkoordinasian dan penerapan community social responcibility (CSR) di Kaltim.

“Kaltim telah menunjukkan best practice pengelolaan CSR dengan sangat baik.  Kami telah membentuk forum multi stake holder coorparate social responcibility. Forum ini berisi seluruh unsur stake holder, mulai dari pemerintah, pimpinan daerah, perusahaan termasuk para owner perusahaan,” sebut Faroek, menjelaskan.

Dari forum itulah, lanjut dia, setiap awal tahun diwajibkan bagi setiap pimpinan perusahaan  untuk memaparkan rencana CSR mereka. Pemaparan biasanya disampaikan langsung oleh pemimpin perusahaan. Dengan begitu, maka program CSR perusahaan bisa   langsung disinkronkan dengan program-program yang direncanakan pemerintah.

Langkah ini sangat positif untuk membangkitkan kesadaran setiap perusahaan terkait tanggung jawab mereka, khususnya untuk membantu perekonomian masyarakat sekitar operasional perusahaan. Sangat tidak elok kata gubernur, jika perusahaan dan lingkungannya menjadi komunitas yang serba “wah” dan ekslusif, sementara masyarakat di sekitar perusahaan hanya mampu menganga di bawah garis kemiskinan.

 “CSR harus berkorelasi dengan upaya pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Resep menekan angka kemiskinan itu hanya satu, buka kesempatan kerja seluas-luasnya dan UMKM ditingkatkan.  Ketika tingkat kemiskinan berkurang, maka bisa dipastikan tingkat kesejahteraan masyarakat pasti meningkat. CSR harus bersinergi dan berpartisipasi dalam peran-peran itu,” tegas Awang Faroek.   

Secara lebih tehnis, CSR bisa disinkronkan sejak digelarnya musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes) atau  musrenbang kecamatan. CSR bisa diarahkan untuk program pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pemberdayaan ekonomi rakyat, kewirausahaan dan lainnya.

“Mereka bisa memilih sendiri, CSR mereka mau dikemanakan. Besarannya juga harus disebutkan untuk keterbukaan,” saran Awang.

Gubernur berharap agar program penghargaan  bagi pemerintah dan perusahaan yang peduli CSR ini terus dilakukan sebagai pengingat bagi pemerintah dan perusahaan.  “Pak La Tofi, teruskan program ini. Karena ini akan menjadi pengingat kita bersama. Kita bisa berbagi pengalaman dan  yang terpenting kesejahteraan masyarakat bisa kita wujudkan,” pungkas Awang.

Pendapat lain tentang CSR juga disampaikan Laode Kamaludin dari Forum Rektor. Sukses pelaksanaan CSR akan terjadi jika terbangun kolaborasi yang baik diantara para pihak terkait, dan tidak sekedar tentang uang atau duit.

“Perubahan mindset ini penting agar, CSR tidak selalu diartikan dengan uang dari perusahaan. CSR yang berhasil datang dari kesamaan berpikir, mengeluarkan gagasan, merancang tujuan dan barulah masing-masing berkontribusi sesuai porsinya masing-masing. Semua untuk   sustainable, keberlanjutan yang baik dan berkeadilan,” yakinnya.

Sementara La Tofi, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada para kepala daerah yang kebijakan-kebijakannya berdedikasi untuk perubahan yang lebihi baik, bagi masyarakat dan juga perusahaan.

 “Penghargaan ini diberikan setelah melalui proses penilaian yang ketat. Mereka pantas menerima penghargaan ini, karena mereka sangat  peduli,” kata La Tofi.

Gubernur Awang Faroek menerima  National Award for CSR Leading Region bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin. Sedangkan untuk level kabupaten dan kota diberikan kepada Kota Bontang, Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Muara Enim. Penghargaan diberikan bersamaan dengan digelarnya Konferensi Nasional Pembangunan Berkelanjutan yang juga digagas oleh La Tofi School of CSR. (sul/hmsprov)

//Foto: PERHATIKAN LINGKUNGAN. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menerima penghargaan yang diserahkan Staf Ahli Mendagri, Afriyandi Hasibuan. (syaiful/humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation