Gubernur: Terima Kasih Kejati Kaltim dan Korem 091/ASN

Pisah Sambut Danrem 091/ASN dan Kajati Kaltim

SAMARINDA - Suasana akrab terlihat saat pisah sambut mantan Kepala Kejaksaaan Tinggi Kaltim, Muhammad Salim dengan  pejabat baru Amri Sata dan Komandan Korem 091/Aji Suryanatakesuma dari Brigjen TNI Gadang Pambudi dengan penggantinya Kolonel Inf Nono Suharsono yang berlangsung di Pendopo Lamin Etam, Sabtu malam lalu (12/10).
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kinerja jajaran Kejaksaan Tinggi Kaltim dan Korem 091/Aji Suryanatakesuma (ASN)  atas prestasi kerja kedua lembaga tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, saya mengucapkan terima kasih karena prestasi kerja yang telah dicapai. TNI dan Polri mampu menjaga keamanan di seluruh Kaltim, begitupun dengan Kejaksaan Tinggi yang juga telah memberikan sejumlah bimbingan untuk menekan penyimpangan dan tindak  pidana korupsi,” ujarnya.
Awang mengatakan persoalan hukum di Kaltim saat ini sangat kondusif dan berupaya  semaksimal mungkin untuk mempertahankan situasi yang telah tercapai.
Dijelaskan upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Pemprov Kaltim tetap konsisten dan mendukung upaya penegakan hukum yang didasarkan pada asas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, kepentingan umum, keterbukaan, profesionalisme dan akuntabilitas.
“Di Pendopo Lamin Etam ini, kita pernah melakukan komitmen untuk pemberantasan korupsi dengan mewujudkan Island of Integrity.  Banyak kerjasama Pemprov dan Kejati Kaltim untuk bersama-sama menekan penyimpangan dan korupsi,” ujarnya.
Gubernur berharap kerjasama yang telah terjalin, terus dilanjutkan. Diantara kerjasama tersebut adalah bimbingan dan arahan Kejati Kaltim dalam penyusunan laporan, sehingga kesalahan dan peluang untuk korupsi dapat dihindari.
Kepada jajaran Korem 091/ASN, Gubernur berpesan agar dapat terus menjaga, mempertahankan dan meningkatkan situasi keamanan di seluruh Kaltim yang telah tercapai dengan baik.
Pemprov Kaltim, tegas Awang Faroek terus memberikan dukungan kepada TNI untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI, khususnya di wilayah perbatasan dengan memberikan dukungan kelengkapan helikopter dan pembangunan bandara-bandara agar bisa didarati pesawat angkut jenis hercules.
Kekayaan Sumber Daya Alam yang dimiliki dan keragaman etnis penduduk Kaltim terdiri beragam suku dari nusantara, menjadi modal sekaligus ancaman yang perlu dijaga dan diwaspadai setiap saat.
"Peran dari berbagai forum komunikasi kemasyarakatan menjadi ujung tombak untuk meredam persoalan-persoalan di tingkat masyarakat untuk diselesaikan bersama-sama,” tegasnya.
Mantan Kajati Kaltim, Muhammad Salim telah bertugas satu tahun 7 bulan, sementara  Gadang Pambudi bertugas satu  tahun 4 bulan.
“Saya bersyukur telah menyaksikan dua momen bersejarah di Kaltim yaitu terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara dan pelaksanaan Pemilukada Gubernur. Saya berharap Kaltim dapat lebih maju dari hari ini,” ucap Salim yang dipromosikan menjadi Sekretaris Diklat Kejaksaan Agung di Jakarta.
Lain Salim,  lain pula kesan Gadang Pambudi.  Jenderal berbintang satu ini, sangat terkesan dengan budaya dan  keanekaragaman masyarakat Kaltim yang sangat majemuk dan masyarakatnya menerima dan hidup damai berdampingan dibalik perbedaan budaya.
“Kaltim adalah cerminan Bhineka Tunggal Ika yang lengkap di Indonesia. Saya sangat terkesan dengan budaya dan tarian-tarian Dayak. Potensi ini perlu dijaga dan dipertahankan agar kemajemukan menjadi kebanggaan Kaltim,” ujarnya.(yul/hmsprov).

////FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (tengah) bersama Ny Hj E. Amelia Suharni Faroek dan mantan Kajati Kaltim, Muhammad Salim berserta isteri (kiri), mantan Danrem 091/Aji Suryanatakesuma Brigjen TNI Gadang Pambudi beserta isteri (kanan).(johan/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation