Kalimantan Timur
Gubernur: Tetap Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jangan Terganggu Tahun Politik


SAMARINDA– Gubernur Kaltim Dr Awang Faroek Ishak  mengatakan memasuki tahun politik, 2013 dan 2014, seluruh komponen pemerintah harus bekerja keras untuk mempertahankan kondisi aman, menjaga pertumbuhan dan ketahanan ekonomi daerah serta terus fokus dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program-program pengentasan kemiskinan.
“Ada tiga pesan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kepada para menteri, gubernur, bupati dan walikota menghadapi dua tahun politik ke depan.  Ini harus kita laksanakan dan tentu saja, partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan untuk mencapai itu semua,” kata Gubernur Awang Faroek usai mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2013 di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (30/4).
Pesan presiden tersebut akan menjadi tiga agenda nasional  yang sekaligus akan menjadi pekerjaan besar pemerintah jelang tahun pemilu dua tahun ke depan.  Pertama, menjaga stabilitas sosial politik dan keamanan. Kedua, menjaga pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. Ketiga meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan prioritas penanggulangan kemiskinan.
Awang menjelaskan,  dua tahun ke depan, stabilitas sosial dan stabilitas politik diprediksi akan semakin menghangat dan memanas, jika kompetisi politik  tidak dapat dikelola dengan baik. Efek selanjutnya juga akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.  
“Jika perekonomian terganggu, hampir pasti upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat juga  akan terganggu. Inilah potret Indonesia, termasuk Kalimantan Timur dua tahun ke depan. Karena itu, marilah kita kelola tahun politik ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Awang.
Dalam kondisi ini lanjut Awang, peran politisi dan para elit politik menjadi sangat penting. Jika elit politik di pusat dan daerah bisa menjadikan kompetisi politik ini menjadi sebuah kompetisi yang terukur, tidak melebihi batas kepatutan, stabilitas sosial politik dan keamanan dipastikan tetap terjaga.
Sebaliknya, jika dalam kurun waktu tersebut kompetisi politik yang dilakukan berada jauh di luar kepatutan, benturan-benturan sosial akan sangat mungkin terjadi. Hal ini yang harus dihindari dan perlu disadari benar oleh para politisi dan elit politik di pusat dan daerah, bukan justru terus membangun emosi dan  kemarahan massa.
“Peran para politisi dan elit politik menjadi sangat penting di sini. Saya harap semua menjadi lebih dewasa. Kita semua berjuang demi kemakmuran rakyat Kaltim,” tegas Awang.
Tentang pesan kedua Presiden SBY, Gubernur Awang Faroek menjelaskan resesi ekonomi dunia masih terjadi dan terlihat jelas dari pertumbuhan ekonomi global yang masih sangat  rendah.
“Tetapi Kaltim harus tetap kokoh dan tegar. Kita akan terus dorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus juga menjaga ketahanan ekonomi daerah.   Sehingga ketika resesi  ekonomi global terjadi, ekonomi Kaltim tidak kolaps dan ambruk. Makro ekonomi harus baik, sektor riil pun harus bergerak. Ini akan terus kita jalankan,” ujar gubernur.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Rusmadi yang mendampingi Gubernur Awang Faroek menyebutkan, fokus pembangunan Kaltim masih tertuju pada peningkatan pembangunan infrastruktur, pengembangan pertanian dalam arti luas dan juga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas. Demikian juga pembangunan pertanian dalam arti luas dan pengembangan SDM. Kita semua sepakat, muaranya adalah peningkatan kesejahteraan rakyat dengan program yang berdampak positif dan dinikmati masyarakat,” kata Rusmadi.
Sementara saat memberi sambutan sebelum membuka Musrembangnas, Presiden SBY  memberikan   apresiasi atas kinerja jajaran pemerintah dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan sehingga pembangunan Indonesia sudah menunjukkan hasil lebih baik.
“Saya menyampaikan apresiasi atas apa yang sudah dikerjakan pemerintah dengan dukungan seluruh stake holder, di pusat maupun di daerah. Mari kita bangun Indonesia yang lebih baik lagi ke depan.  Prestasi dan kinerja yang baik teruslah dijaga dan tingkatkan. Sedangkan program-progam yang belum dicapai jadikanlah pekerjaan rumah untuk diselesaikan pada tahun-tahun mendatang,” puji dan saran presiden.   
Pada kesempatan itu, SBY juga meminta masyarakat secara bijak bisa memahami dan menerima rencana pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang pasti akan berdampak pada kenaikan harga BBM. Kebijakan ini akan diambil pemerintah setelah melakukan koordinasi dengan DPR, Mei ini.
“Kondisi fiskal Indonesia tidak sehat,  salah satunya  disebabkan oleh besarnya subsidi BBM.  Sementara penikmat tertinggi subsidi BBM itu adalah masyarakat kelompok menengah keatas. Tingginya subsidi BBM secara langsung juga mengurangi alokasi untuk pembangunan infrastruktur yang diinginkan provinsi dan kabupaten/kota. Alokasi program pengentasan kemiskinan juga tidak maksimal,” kata presiden.
Musrenbangnas juga dihadiri Sekretaris Provinsi Kaltim Irianto Lambrie yang sudah dilantik menjadi Pj Gubernur Kalimantan Utara. (sul/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim Dr Awang Faroek Ishak berdiskusi dengan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung dan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring disela-sela pembukaan Musrembangnas.(samsul/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait
Government Public Relation