Gubernur: Tidak Ada Titipan Terhadap Realisasi Beasiswa

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa realisasi beasiswa Kaltim Cemerlang yang dilakukan sejak 2009 hingga 2013 dipastikan tidak ada pengaruh titipan-titipan untuk mendapatkan.
Dikatakan, program penyaluran beasiswa dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip 3T, yakni tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu. Karena itu, diperlukan acuan khusus berupa petunjuk teknis bagi pengelola dan masyarakat agar seleksi dan penyaluran tidak mengalami hambatan.
“Saya berharap pengelolaan beasiswa ini dapat transparan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengetahui. Karena itu, saya yakin tidak ada proses titipan-titipan pada penyaluran beasiswa ini,” kata Awang Faroek Ishak akhir pekan lalu.
Menurut dia, transparansi ini dilakukan sebagai upaya Pemprov Kaltim mewujudkan Kaltim sebagai Island of Integrity dan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) yang telah dicanangkan pada 2012.
Artinya, bukan hanya penyelenggaraan administrasi pemerintah saja yang perlu transparansi, tetapi pelaksanaan program pemerintah juga harus dilakukan. Contohnya penyaluran beasiswa.
Awang berharap ke depan dengan transparansi tersebut, realisasi Beasiswa Kaltim Cemerlang sebagai program prioritas Pemprov dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia betul-betul dapat dirasakan semua pelajar dan mahasiswa di Kaltim, baik yang mampu dan tidak mampu serta berprestasi.
“Walau peserta yang mendaftar hingga saat ini mencapai 33.000 dari target yang mencapai 31.000. Saya mohon maaf karena banyak yang tidak mendapat. Karena itulah kemampuan Pemprov untuk menganggarkan. Mudah-mudahan ke depan anggaran beasiswa ini dapat kita tingkatkan, sehingga seluruh putra-putri asal Kaltim dapat menempuh pendidikan layak di daerah maupun di luar daerah,” harapnya.(jay/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Wagub Farid Wadjdy bersama sejumlah penerima beasiswa “Kaltim Cemerlang” 2013.(norjaya/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait