Gubernur: Tingkatkan dan Pemerataan Kualitas Pendidikan Kaltim

Bersama Hadapi Tantangan dan Persoalan Dunia Pendidikan

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan tantangan dan persoalan di dunia pendidikan ke depan akan semakin kompleks. Hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat.
“Kita harus bersama untuk bersiap dan mampu mengatasi setiap persoalan, terlebih lagi saat ini Indonesia sedang mempersiapkan Generasi 2045, untuk 100 Tahun Indonesia Merdeka, dan Kejayaan Indonesia,” ungkap Awang Faroek belum lama ini di Samarinda.
Menurut dia, dengan generasi 2045 itu, melalui kreatifitas dan profesionalisme para guru, anak-anak generasi masa depan harus dapat diarahkan agar mendapat pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan perkembangan zaman.
Generasi masa depan, sambung dia, harus memiliki kemampuan berpikir orde tinggi, kreatif, inovatif, berkepribadian mulia, dan cinta pada Tanah Air, serta bangga menjadi orang Indonesia, sebagaimana yang digagas dalam Kurikulum 2013.
“Pemprov Kaltim selama ini sudah cukup banyak berbuat untuk kemajuan dan kejayaan dunia pendidikan. Selama RPJMD 2009-2013, Pemprov telah melaksanakan program Beasiswa Kaltim Cemerlang (Cerdas, Merata, Prestasi Gemilang) dan Program Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun dengan upaya pemenuhan alokasi anggaran untuk pendidikan 20 persen,” katanya.
Awang Faroek menjelaskan alokasi dana fungsi pendidikan mengalami peningkatan dari Rp798,98 miliar pada 2008 menjadi Rp1,630 triliun (2012). Melalui alokasi dana tersebut Angka Partisipasi Kasar (APK) mengalami fluktuatif, dimana untuk jenjang pendidikan SD/MI dari 112 persen di 2009 menjadi 113,44 persen (2011).
Sementara untuk rentang tahun yang sama, APK SLTP/MTs dari 94,57 persen pada 2009 menjadi 102,96 persen (2011) dan APK SLTA/MA dari 69,89 persen pada 2008 menjadi 80,08 persen (2012).
Selanjutnya Angka Partisipasi Murni (APM) pada semua jenjang pendidikan mengalami peningkatan, dimana untuk usia 7-12 tahun 93,59 persen pada 2008 dan pada 2012 menjadi 94,37persen. Pada usia 13-15 tahun (71,19 persen) meningkat menjadi 74,37 persen.
Sedangkan pada anak usia 16-18 tahun, APM 53,94 persen pada 2008 dan pada 2012 naik menjadi 59,75 persen. Kemudian untuk melek huruf penduduk usia 10 tahun keatas di Kaltim mengalami peningkatan, pada 2008 mencapai 96,71persen dan 2011 menjadi 97,26persen.
“Ini tidak lepas dari usaha dan kerja keras kita selama ini. Lima tahun kedepan kita akan tetap prioritaskan sektor pendidikan, khususnya program-program untuk peningkatan APK, APM dan angka melek huruf. Disamping juga kita terus berusaha mencetak SDM berkualitas,” jelasnya.
Selain itu, Awang Faroek menambahkan ketersediaan tenaga pendidik disemua jenjang pendidikan juga memegang peran penting dan strategis dalam upaya peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di Kaltim. Semua tenaga pendidik, lanjut dia, harus meningkatkan kompetensi dan kualifikasinya untuk dapat memberikan pendidikan terbaik kepada anak didiknya.
“Saat ini dan akan datang, tenaga pendidik tentu saja tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan yang diperoleh semasa di perguruan tinggi, tapi senantiasa terus berupaya meningkatkan SDM, kompetensi dan jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi, hingga S2, S3 dan seterusnya,” pungkasnya. (her/hmsprov).

///FOTO : Dr H Awang Faroek Ishak


 

Berita Terkait