Gubernur: Tingkatkan Kualitas Kehidupan Beragama Berbangsa dan Bernegara

Silaturahmi Ulama dan Ormas Islam se Kaltim dan Kaltara

SAMARINDA – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1435 Hijriyah dan menjelang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada 9 Juli 2014, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim menggelar silaturahmi dengan seluruh ulama, mubaligh, mubalighat dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam se Kaltim dan Kaltara, di Pendopo Lamin Etam, Sabtu (21/6).

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim H Saifi, mengatakan silaturahmi ini sekaligus merupakan upaya meningkatkan tali persaudaraan, ukhuwah Islamiyah dan membangun serta meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama di Kaltim dan Kaltara.

            “Semoga dengan dua momentum penting tersebut, umat Islam dengan bimbingan para alim ulama, para mubaligh-mubalighat serta pimpinan ormas Islam, akan mendapat kesadaran dan pencerahan yang lebih baik, baik dalam kehidupan beragama maupun kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Menurut dia, dalam hal ini, para alim ulama, mubaligh-mubalighat dan pimpinan Ormas Islam, harus bersama-sama dan menjadi pelopor terdepan dalam pembinaan dan menggugah kesadaran umat, agar umat dapat terselamatkan dan senantiasa berada pada jalur yang benar, dalam lindungan dan keridhaan Allah SWT.

Terlebih, saat ini umat Islam berada pada era globalisasi yang diwarnai dengan derasnya serbuan teknologi informasi dan komunikasi yang membuat dunia makin terbuka. Dimana umat dan generasi muda Islam dihadapkan pada tantangan yang luar biasa berat, yakni mulai terindikasinya pergeseran nilai-nilai dasar kehidupan, masuknya budaya asing, lunturnya penerapan adat istiadat di dalam masyarakat dan mulai diabaikannya ajaran-ajaran agama.

Sebagai dampaknya, masyarakat modern cenderung bersikap materialistis, sekularistis dan individualistis yang sangat mementingkan pribadi, keluarga, kelompok dan golongannya sendiri.

Sementara itu, di dalam masyarakat muncul berbagai kasus dan penyakit sosial seperti peredaran dan penggunaan narkoba, minum minuman keras, eksploitasi anak dan perempuan ke dalam tindak kekerasan, seks bebas, pornoaksi dan pornografi, mening-katnya kasus penyakit HIV/AIDS, perjudian, percaloan, pungutan liar, suap, kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) dan sebagainya.

“Di sinilah pentingnya kehadiran para alim ulama, mubaligh-mubalighat dan Ormas Islam dalam rangka memperbaiki dan membangun akhlak generasi muda dan moral bangsa pada umumnya. Pembangunan watak (character building) sangat penting, karena kita ingin membangun masyarakat Kaltim dan Kaltara yang berakhlak, berbudi pekerti, dan berperilaku baik,” jelasnya.

Turut hadir pada silaturahmi yang merupakan program dari komisi ukhuwah islamiyah dan komisi pemberdayaan perempuan dan remaja, diantaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim KH Hamri Has, perwakilan Korem 091/ASN, Tokoh Masyarakat Kaltim HM Jos Soetomo, para alim ulama, pimpinan ormas Islam se Kaltim dan Kaltara. (her/sul/es/hmsprov).

////FOTO :  Sejumlah peserta Silaturahmi Ulama dan Ormas se Kaltim dan Kaltara.(johan/humasprov)

 

Berita Terkait