Gubernur: Utamakan Persatuan dan Kesatuan

Jelang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014

 

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan menjelang dilaksanakannya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli 2014, pasti berdampak terhadap peningkatan suhu politik yang tidak jarang juga berpotensi pada terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat, sebagai bagian dari pesta demokrasi.

Karena itu, Awang Faroek meminta kepada seluruh masyarakat Kaltim agar tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan pemerintah, aparat hukum ataupun forum-forum mitra pemerintah jika terjadi kecenderungan negatif di dalam masyarakat, maupun memanasnya suhu politik menjelang dan saat dan sesudah pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

“Marilah kita bersama terus berusaha menjalin kekompakan, persatuan dan kesatuan. Jangan sampai terjadi pertikaian dan permusuhan, terlebih lagi yang bernuasa SARA (suku, agama, ras dan antar golongan),” kata Awang Faroek beberapa waktu lalu.

Awang Faroek berharap pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Kaltim berjalan aman dan lancar serta sesuai prinsip-prinsip demokrasi, peraturan dan perundang-undangan. Sama halnya dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif pada 9 April lalu, dimana Kaltim berhasil melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih anggota perwakilan rakyat itu dengan peningkatan partisipasi pemilih.

“Jangan pula kita berseteru, berseberangan, bertikai, apalagi bermusuhan hanya karena perbedaan pilihan pada calon Presiden. Marilah kita menyikapi situasi politik ini dengan kepala dingin, secara dewasa, tidak memaksakan kehendak sendiri dan mematuhi peraturan, perundang-undangan dan hukum,” pesannya.

Awang Faroek menambahkan kondisi yang aman dan kondusif di Kaltim harus terus dijaga dan dipertahankan, mengingat Kaltim sedang giat membangun di segala sektor untuk mengejar kemajuan daerah lain,  khususnya di Pulau Jawa.

Karena, dengan situasi yang kondusif, ujar dia, tentunya dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal di Kaltim, yang akan berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian dan imbasnya tentu saja akan dirasakan oleh masyarakat Kaltim.

“Kaltim dan negara yang kita cintai dan banggakan ini tidak akan dapat dibangun dengan pertikaian dan permusuhan. Sebab, siapapun pemimpinnya, sehebat apapun kemampuan dan kecerdasannya, tidak akan mampu membawa pada kesejahteraan, tanpa prasyarat kenyamanan dan kedamaian yang ada di hati sanubari masyarakat,” pungkasnya. (her/es/hmsprov).

////FOTO (1, 2)Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat bertemu dengan calon Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto ketika berkunjung ke daerah ini beberapa waktu lalu.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation