Gubernur: Waktu Pendidikan Agama Empat Jam Pelajaran

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengharapkan agar waktu proses belajar pendidikan agama di masing-masing sekolah perlu ditambah hingga empat jam pelajaran setiap minggunya.

Membangun moral dan akhlak anak-anak harus sejak dini. Untuk itu diperlukan pendidikan agama yang seimbang dengan pendidikan bidang studi umum lainnya, sehingga pendidikan agama bukan hanya diberikan lebih waktunya di sekolah-sekolah pesantren atau madrasah tetapi juga di sekolah umum lainnya.

“Karena itu, ke depan pendidikan di masing-masing sekolah harus menambah jam pelajaran agama, sehingga pemahaman tentang moral dan akhlak anak-anak dapat terbangun dengan baik. Tujuan kita adalah membangun generasi muda yang andal dan berakhlak mulia,” kata Awang Faroek Ishak di Kantor Gubernur Kaltim baru-baru ini.

Bahkan lanjut Gubernur, pemahaman tentang Al Quran diperlukan di setiap sekolah umum di daerah ini. Dengan pemahaman tentang Al Quran diharapkan anak-anak dapat memahami arti kehidupan, terutama tentang prilaku baik dan buruk.

Menurut dia, pemahaman Al Quran merupakan bagian dari pendidikan agama. Apalagi, pendidikan agama juga bagian penting dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang telah dipelopori Presiden Joko Widodo.

“Jadi, saya minta jam pendidikan agama harus ditambah. Artinya tidak hanya dilaksanakan di sekolah madrasah atau pesantren tetapi sekolah umum, termasuk sekolah kejuruan. Saya minta waktu jam pelajaran tersebut tidak hanya dua jam saja,” seru Gubernur. (jay/sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation