Gubernur: Yatim Piatu Wajib Dapat Beasiswa

Pemberian Santunan untuk Anak Yatim

Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan anak-anak yatim piatu berhak mendapat beasiswa pendidikan dari pemerintah. Sikap tegas ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Kaltim untuk tidak membeda-bedakan perhatian dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan daerah. Termasuk menyiapkan beasiswa bagi para yatim piatu, terutama yang berada di masing-masing panti asuhan.

"Sejak dilantik sebagai gubernur Kaltim pada periode yang lalu, saya sudah menegaskan untuk tidak membeda-bedakan pendidikan anak di Kaltim, baik yang berada di madrasah maupun pendidikan sekolah umum. Jadi, semua mendapatkan perhatian yang sama. Termasuk anak-anak yatim piatu di dalam panti asuhan wajib mendapatkan beasiswa pendidikan,” kata Awang Faroek Ishak saat memberikan santunan kepada anak yatim piatu di Panti Asuhan Uswatun Hasanah, Jalan AW Syahrani Samarinda, Juli lalu.

Beberapa saat sebelumnya, Gubernur Awang Faroek juga menyantuni anak-anak yatim di Yayasan Asih Manuntung dan Ponpes Hidayatullah di Samarinda. Setelah melakukan kunjungan dan menyerahkan santunan, gubernur merasa senang, karena dapat mengetahui kondisi panti asuhan dan pondok pesantren, khususnya yang berada di sekitar Samarinda. Gubernur pun lalu menegaskan, anak-anak yatim ini harus mendapat beasiswa pendidikan untuk memotivasi agar lebih berprestasi.

"Jadi, anak-anak panti asuhan, khususnya yang statusnya yatim piatu dan berprestasi, wajib diberikan bantuan beasiswa, sehingga mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak sama dengan anak-anak yang lain,” jelasnya.

Gubernur juga menyinggung kelayakan tingkat kesejahteraan  para petugas dan pengelola panti asuhan yang menurut gubernur tidak boleh lebih rendah dari Upah Minimum Provinsi (UMP). Gubernur pun menyebutkan kemungkinan alokasi APBD untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para petugas panti asuhan.

“Ke depan saya berharap tidak ada lagi petugas panti asuhan yang upahnya di bawah UMP,” jelasnya. (tim humas)

 

Berita Terkait