Guru Perekat NKRI dan Penangkal Narkoba

Awang Faroek ishak bersama para guru. (dok/humasprov kaltim).

 

Guru Perekat NKRI dan Penangkal Narkoba

 

SAMARINDA – Negara Indonesia saat ini menghadapi berbagai permasalahan dan perlu peran serta keterlibatan para tenaga pendidik (guru) untuk ikut mengatasinya. Misalnya, masalah persatuan dan kesatuan bangsa menghadapi ancaman disintegrasi juga bangsa menghadapi darurat penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat/bahan berbahaya). Permasalahan-permasalahan itu semua menurut Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak marak menerpa kalangan remaja dan anak muda selaku generasi penerus bangsa.

 

Hal itu ditegaskan gubernur saat menerima peserta program Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mengajar di daerah Terpencil, Tertinggal dan Terdepan (PPG SM-3T), pekan lalu. “Saya minta anda tidak hanya sekedar mengajar. Tapi guru harus memainkan perannya secara maksimal sebagai perekat NKRI juga penangkal penyalahgunaan narkoba,” katanya.

 

Apalagi lanjutnya, masyarakat pada daerah terbilang pedalaman, terpencil, terluar, tertinggal dan terdepan (perbatasan) merupakan wilayah yang rentan tergerus rasa nasionalisme. Menurut dia, banyaknya tuntutan karena merasa kurang mendapat perhatian pemerintah yakni masyarakat di kawasan pedalaman, perbatasan dan tertinggal. Demikian pula, maraknya pasokan obat terlarang yang menyebabkan penyalahgunaan narkoba dari negara luar melalui kawasan pedalaman dan perbatasan Kaltim.

 

Bahaya penyalahgunaan narkoba ungkapnya, selain melemahkan dan merusak daya pikir manusia juga mampu menghancurkan masa depan bahkan menghapuskan generasi bangsa. Karenanya, gubernur meminta para guru yang bertugas di wilayah perbatasan, pedalaman dan terpencil untuk terus menyadarkan masyarakat khususnya anak didiknya akan NKRI. “Tugas anda membangkitkan kembali semangat nasionalisme bagi anak-anak kita  di daerah perbatasan dan pedalaman. Sekaligus menyadarkan mereka akan bahaya narkoba,” harap Awang Faroek. (yans/sul/ri/humasprov)

 

Berita Terkait