Hadi Menegaskan Taman Kanak-Kanak Bukan Tempatnya Mendidik Disiplin, TK Adalah Tempat Bermain Anak-Anak

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi

SAMARINDA - Mendidik disiplin kepada anak tempatnya bukan di Taman Kanak-Kanak atau Kelompok Bermain (TK/KB). Karena, TK/KB adalah tempatnya anak bermain. Wakil Gubernur (Wagub) H Hadi Mulyadi menegaskan sekaligus mengimbau agar setiap TK/KB dan sekolah dasar (SD) untuk tidak memberlakukan disiplin kepada anak usia dini hingga 10 Tahun.

"Hal inilah yang diajarkan Rasulullah, Muhammad SAW kepada anak beliau. Bwliau berkata ajarkanlah anakmu mulai tujuh tahun dan pukullah dia pada usia 10 tahun apabila tidak melaksanakan. Artinya, hukuman dan tata tertib itu dimulai pada usia 10 tahun," kata Hadi Mulyadi di Masjid Islamic Center Kaltim, Minggu (7/4/2019).

Hadi berharap tata tertib maupun hukuman tidak diberlakukan bagi anak-anak TK/KB hingga usia 9 tahun. Tetapi ketertiban itu diberlakukan kepada orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak tidak lagi melihat aturan yang bermacam-macam. Apalagi, tata tertibnya sampai puluhan yang sangat membebani anak.

"Jadi, tata tertib itu hanya berlaku untuk orang tuanya saja. Agar lebih tertib dan disiplin mengantar anaknya. Karena itu, saya minta tidak ada TK/KB dan SD hingga kelas empat memberlakukan tata tertib masuk sekolah. Disiplin baru bisa dilakukan ketika usia mereka 10 tahun," jelasnya.

Menurut Hadi, anak diusia TK/KB hingga 9 tahun biasa bermain. Karenanya Hadi meminta TK/KB agar memberikan mainan yang banyak bagi anak. Sehingga tumbuh kembangnya semakin baik. Jika perlu satu orang tua menyumbangkan permainan untuk anak di TK/KB.

Selain itu, mendidik berikanlah anak dengan sentuhan doa-doa yang baik. Mulai sholat malam maupun sholat apa saja. Berikan doa terbaik sesuai keinginan anak.

Hadi meyakini sentuhan doa membuat anak akan mendapat berkah dari Allah SWT. Karena, kata Rasulullah, doa orang tua kepada anak ibarat doa Nabi dan Rasul kepada ummatnya. "Jika orang tua berdoa, tolong bayangkan wajah anak kita dengan khusyuk dan doakan dia dengan yang baik-baik. Bahkan jika perlu kita bayangkan anak kita mau menjadi apa. Insya Allah makbul," jelasnya. (jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation