Hadi : Tongkat Kayu untuk Ketahanan Pangan

Dok.humaskaltim

"Tongkat kayu dan batu jadi tanaman". Sepenggal lagu Koes Plus itu disebutkan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi saat menggambarkan potensi lahan di Indonesia termasuk di Kalimantan Timur pada Web Seminar Hari Krida Pertanian 2020, Selasa (30/6/2020).  

Hadi mengatakan banyak tanaman yang mudah ditanam di Indonesia. Hadi mengisahkan, dia dan istri selama ini selalu menanam tanaman di sekitar rumah di manapun tinggal. Dulu, dia dan istri sering berpindah rumah karena mengontrak. Setiap pindah, selalu ada tanaman yang ditanam dan semua tumbuh subur. 

"Cuma satu yang tidak pernah tumbuh, tanam duit," canda Hadi diiringi senyum peserta seminar menambah hangat suasana. 

Selain tanaman, Hadi juga memelihara ikan lele dan nila. Tak butuh kolam dan lahan besar, dia hanya menggunakan drum bekas untuk memelihara ikan. Kebiasaan ini dilakukan hingga sekarang. Meski tinggal di rumah jabatan, Hadi mengaku sudah empat kali panen ikan nila.

"Totalnya ada 15 drum. Di dalamnya pelihara ikan nila dan lele, di atas drumnya ditanami kangkung," tutur Hadi.  

Orang nomor dua di Kaltim ini  yakin, jika setiap rumah atau minimal setiap RT memiliki lahan bersama untuk bercocok tanam, bisa meningkatkan ketahanan pangan secara mandiri.  

Dalam seminar yang dilakukan secara virtual tersebut, tak lupa Hadi secara pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, mengucapkan selamat Hari Krida Pertanian Tahun 2020.  

"Meskipun saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, saya berharap pertumbuhan ekonomi harus stabil. Salah satunya ketahanan pangan. Semoga peringatan ini bukan sekadar peringatan formalitas tapi kita punya tekat yang kuat untuk meningkatkan ketahanan pangan," tutup Hadi. (yuv/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait