Kalimantan Timur
Hadiri Rakor DBH Kelapa Sawit. Gubernur Sebut Pembangunan Cepat Karena Duwete Okeh

dok.humasprovkaltim

RIAU - Gubernur Isran Noor mengajak para gubernur di Indonesia yang daerahnya menjadi penghasil sawit untuk membentuk tim kerja. Tim dimaksud untuk menyusun hal-hal penting yang harus diperjuangkan kepada pemerintah pusat. Di antaranya soal Pajak  Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

"Tehnis masalah ini tidak mungkin dibahas hanya sehari. Kita harus bentuk tim kerja yang ditunjuk oleh Gubernur. Soal koordinatornya siapa itu urusan belakang. Yang penting kerja dulu karena batas waktu kita semakin sempit," kata Gubernur Isran Noor pada Rapat Koordinasi Dana Bagi Hasil (DBH) Kelapa Sawit Bagi Provinsi Penghasil Kelapa Sawit di Ruang Central Grand Ballrom Hotel Grand Central Jalan Jendreal Sudirman Pekan Baru Riau, Sabtu (11/1/2020).

Isran mengaitkan rencana ini dengan komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk melakukan proses  omnibus law (penyederhanaan regulasi).

"Kita masukkan semua hal dalam omnibus law itu agar  daerah yang selama ini mendapatkan manfaat dari sumber daya alam tidak hilang. Masalah ini harus segera kita sampaikan ke pemerintah," sambungnya.

Misal terkait Undang Undang No  28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. MK memutuskan alat berat tidak termasuk kendaraan bermotor yang bisa dikenakan Pajak  Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

Menurut Isran, banyak daerah dirugikan. Karena  alat berat  juga digerakkan dengan motor dan untuk daerah penghasil sawit dan tambang, alat berat itu sangat besar menggunakan bahan bakar.

"Ini harus segera diperbaiki. Jalan masuknya saja lewat sawit, nanti juga harus masuk ke tambang batu bara, juga minyak," tambah Isran.

Mantan bupati Kutai Timur ini pun mengkritisi formula bagi hasil dalam UU 33/2004. Dana bagi hasil  tidak bisa hanya berpatokan pada  jumlah penduduk. Sebab kalau hanya jumlah penduduk, maka dana besar negara hanya akan tertumpuk di Jawa. 

"Jalan baru robek dikit, sudah ditambal lagi. Kenapa bisa? Karena duwete okeh (uangnya banyak)," sindir Isran setengah bercanda. (sul/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait