Hadiri Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria, Wagub : Tanah Untuk Kesejahteraan Rakyat

pemukulan gong oleh Wagub Hadi Mulyadi membuka Rapat Koodiinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kaltim dan Kaltara Tahun 2019 (yuvita/humasprovkaltim)

 

SAMARINDA - Tanah memiliki fungsi yang sangat strategis terutama dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Koodiinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kaltim dan Kaltara Tahun 2019.

Kegiatan yang dihadiri Direktur Penataan Wilayah Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, Perbatasan dan Wilayah Tertentu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ BPN Dr Suhendro dan Direktur Pemberdayaan Hak Atas Tanah Masyarakat Ir Ratmono digelar di Ballroom Hotel Selyca Mulia Jalan Bhayangkara Samarinda.

Menurut Hadi, tanah tidak terlepas dengan rakyat baik pemanfataannya untuk rumah tinggal maupun kebun dan sawah tempat usahanya. Padahal ujar Hadi, sejak dirinya duduk di Komisi II DPRRI sudah mengetahui urusan tanah banyak yang tidak beres atau tidak bermasalah. "Urusan pertanahan ini penuh masalah. Semuanya dari Sabang sampai Merauke. Kita memang harus bekerja keras. Masyarakat harus sejahtera dengan kepemilikan tanah mereka," kata Hadi Mulyadi, Senin (8/4/2019).

Hadi mengungkapkan atas nama pemerintah dan masyarakat sangat mengapresiasi kerja keras pegawai BPN dalam memberikan pelayanan terbaik bidang pertanahan untuk rakyat. "Permasalahan tanah yang ada bukan karena BPN tidak bekerja. Tapi kita memang perlu kerja keras yang tulus dan ikhlas dengan dibarengi doa. Ini menjadi kunci dan spirit kita sebagai abdi negara dan masyarakat," ungkap Hadi.

Sementara itu Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim Mazwar mengungkapkan Gugus Tugas Reforma Agraria diketuai Gubernur Kaltim. "Reforma agraria sebagai suatu upaya penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan sumber daya agraria dalam mencapai kepastian hukum serta keadilan dan kemakmuran masyarakat," ujar Mazwar.

Disebutkannya, tahun ini BPN untuk wilayah Kaltim mendapat target 30 ribu objek. Sedangkan tahun 2018 mencapai 20 ribu objek. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari (8-10 April) diikuti 96 peserta dari Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Kaltim dan Kaltara, OPD di lingkungan Pemprov Kaltim serta kabupaten dan kota.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wagub Hadi Mulyadi dan diakhiri dengan penyerahan plakat cinderamata. (yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait