Halal Bihalal Keluarga Besar KKSS Kaltim

Mukmin: Tingkatkan Kepedulian dan Partisipasi Terhadap Pembangunan

SAMARINDA – Wagub Kaltim HM Mukmin Faisyal HP selaku Ketua Dewan Pembina KKSS Kaltim, mengajak seluruh rakyat Kaltim, khususnya warga KKSS terus meningkatkan peran dan partisipasi untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan di daerah ini.

Hal itu dikatakan Mukmin Faisyal saat menghadiri  halal bihalal  yang digelar KKSS Kaltim, dengan mengangkat tema “Merajut Kebersamaan Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan” merupakan tradisi positif yang dilaksanakan oleh Umat Islam dan harus dipertahankan guna meningkatkan hubungan silaturrahim antar sesama umat dan masyarakat.

“Inilah waktu dan kesempatan untuk saling bertemu, berjabat tangan dan saling memaafkan. Kesadaran akan pentingnya silaturrahim dan saling mengenal melalui halal bihalal yang dilaksanakan KKSS Kaltim ini, hendaknya senantiasa terus ditumbuhkembangkan,” kata Mukmin.

Masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah, KKSS Kaltim mengadakan halal bihalal di GOR Segiri Samarinda, Senin (18/8) malam, yang  dihadiri ribuan warga dan tokoh masyarakat Sulawesi Selatan yang berdomisili di Kaltim, serta dirangkai tausiah dari  Ustad Maulana.

Menurut dia, silaturrahim dan halal bihalal juga menjadi sangat penting, mengingat kehidupan bermasyarakat dewasa ini cenderung mengarah ke individualistis dan materialitis. Sehingga terkesan antara masyarakat hidup sendiri-sendiri dan tidak peduli lagi terhadap orang di sekitarnya.

“Hal ini harus dicegah, jangan sampai terjadi karena dapat merusakkan sendi-sendi kehidupan serta moral bangsa.  Apalagi bagi kalangan masyarakat yang berasal dari Sulawesi Selatan di Kaltim, yang masuk ke Kaltim sebagai pendatang untuk mencari lapangan kehidupan yang lebih baik, daripada daerah asalnya,” jelasnya.

 “Warga Sulsel di Kaltim hendaknya tidak menjadi tertutup dan hidup dalam lingkungan yang terbatas pada paguyuban atau kelompoknya saja, melainkan harus terbuka dan dapat berinteraksi dengan warga etnis manapun yang ada di Kaltim,” ucapnya.

Terlebih penduduk Kaltim terdiri dari berbagai macam etnis, sehingga Kaltim bisa dikatakan sebagai miniatur Indonesia. Suasana kondusif di Kaltim harus dapat terus dijaga dengan terus membina hubungan baik satu sama lain. Sebagaimana apa yang selalu dikatakan Gubernur Awang Faroek Ishak dalam setiap kesempatan, yakni “No Day Without Solidarity”.

“Kita patut bersyukur, meskipun Kaltim terdiri dari beraneka ragam etnis, adat istiadat dan budayanya, tetapi hingga kini tetap dalam kondisi yang aman dan kondusif. Masyarakat Kaltim hidup rukun dan damai karena merasa satu dalam Keluarga Besar Masyarakat Kaltim,” tambahnya. 

Mukmin mengimbau kepada warga Sulsel di Kaltim, agar persatuan dan kesatuan terus dipertahankan dan ditegakkan dengan kokoh. Diketahui, penduduk Kaltim pada 2014 sudah mencapai 4,2  juta jiwa, dan sebagian di antaranya terdapat etnis dari Sulsel seperti Bugis, Makassar dan Toraja.

“Potensi demikian tentunya sangat besar dan dapat diandalkan sebagai penunjang suksesnya pembangunan di berbagai bidang. Untuk itu, warga KKSS di Kaltim jangan ketinggalan dan harus menumbuhkan kepedulian dan partisipasinya terhadap pembangunan. Tingkatkan terus kepedulian dan partisipasi terhadap pembangunan itu,” ujarnya. (her/es/hmsprov). 

 

///FOTO : Wagub Kaltim HM Mukmin Faisyal HP bersama sejumlah warga KKSS.(fajar/humasprov)

 

Berita Terkait