Halda: Dorong Peningkatan Daya Saing Komoditi Kaltim

Kalimantan Techno Park akan Dikembangkan di Kariangau

BALIKPAPAN – Kaltim segera membangun Kalimantan Techno Park sebagai perwujudan Science and Technology Park (STP) di daerah. Kalimantan Techno Park yang direncanakan adalah kawasan khusus yang diorganisasikan secara professional dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan komunitas di sekitar kawasan tersebut melalui pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi  dan budaya inovasi yang terintegrasi dengan kegiatan bisnis dan pendidikan.  
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim, Hj Halda Arsyad mengatakan, rencana pembangunan Kalimantan Techno Park ini pun telah mendapat persetujuan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak. Halda menyebut, Gubernur Awang Faroek memberikan respek yang sangat tinggi atas rencana tersebut.
“Untuk tahap awal, kami masih akan melakukan feasibility study (studi kelayakan),”  kata Halda Arsyad, usai membuka  Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kalimantan Techno Park dan Pembentukan Konsorsium Pusat Unggulan Energi dan Mineral, Rabu (9/10) di Balikpapan.
Hingga saat ini, lokasi pasti rencana pendirian Kalimantan Techno Park masih belum ditentukan. Tetapi dari berbagai diskusi di daerah dan masukan dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), lokasi potensial untuk Kalimantan Techno Park berada di sekitar Kawasan Industri Kariangau (KIK) Balikpapan.
Kawasan itu dinilai sangat cocok karena letaknya yang berada di pusat kawasan industri. Di kawasan ini pula Institut Teknologi Kalimantan (ITK) akan segera dibangun.  Alternatif lainnya adalah di Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU). Alasannya, saat ini Kabupaten PPU sedang disiapkan untuk menjadi  Pusat  Pengembangan Teknologi Kelautan (Puspitekla) dan sudah disurvei oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Kemenristek.
“Kita akan pilih lokasi terbaik dan mudah-mudahan segera terealisasi. Jika terlaksana, ini akan membawa perubahan frontal terutama terhadap komoditi-komoditi yang sampai sekarang belum tersentuh teknologi. Produk Kaltim akan menjadi lebih berdaya saing,”   
Halda menambahkan, FGD kali ini akan menyusun kearah mana Kalimantan Techno Park akan difokuskan. Energi, mineral atau pangan.  Bersamaan dengan itu akan disusun road map dan action plan (rencana aksi) terkait rencana tersebut.  Sedangkan terkait pembiayaan pendirian Kalimantan Techno Park, selain bersumber dari APBD Provinsi, dukungan juga diharapkan datang dari dana insentif riset dari APBN.
FGD juga membahas Pembentukan Konsorsium Pusat Unggulan Energi dan Mineral. Konsorsium yang diharapkan dapat memuluskan langkah Kaltim menjadi pusat unggulan energi dan mineral itu melibatkaan semua pemangku kepentingan, yakni akademisi, pengusaha (swasta), pemerintah dan masyarakat pemerhati energi.   
“Menetapkan satu provinsi menjadi  pusat unggulan apapun itu tidak gampang. Contoh, pusat unggulan kelapa sawit di Medan dan pusat unggulan kakao di Jember. Perlu waktu berpuluh-puluh tahun untuk mencapai itu,”  ungkap Halda.
Sementara Kaltim sangat potensial menjadi pusat unggulan energi dan mineral dengan potensi sumber daya alam yang sangat berlimpah dan beraneka ragam.  Mulai tahun ini, Balitbangda  menginisiasi pembentukan konsorsium yang melibatkan seluruh stake holder  untuk menjaring informasi dan data untuk selanjutnya menentukan kearah mana fokus energi unggulan yang dipilih.
FGD menghadirkan sejumlah nara sumber berpengalaman di bidang pengembangan kawasan techno park. Diantaranya, Direktur Bandung Techno Park, Ir Jangkung Raharjo, Direktur Solo Techno Park, Ir L Sumadi. Sementara dari Kemenristek hadir Ir Wisnu Sardjono Soenarso, Asisten Deputi Investasi Iptek Kemenristek. FGD kemarin khusus membahas pendirian Kalimantan Techno Park dan hari ini FGD akan membahas pembentukan konsorsium pusat unggulan energi dan mineral . (sul/hmsprov).

///FOTO : Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kaltim, Hj Halda Arsyad (jilbab kuning) bersama sejumlah narasumber dan peserta Focus Group Discussion.(samsul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation