Harga Lada Capai Naik, Petani Bergairah

Harga Lada Capai Naik, Petani Bergairah

 

SAMARINDA -  Tanaman lada (pepper ningrum) mengalami masa yang sangat baik dimana harga komoditi ini di pasaran cukup tinggi mencapai Rp125.000 perkilogram. Kondisi ini membuat para petani pekebun lada Kaltim semakin bergairah.

“Petani lada di Kaltim kembali bergairah mengurus hamparan kebun miliknya. Hal ini seiring dengan naiknya harga lada hingga mencapai Rp 125.000 per kilogram,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati Usman, Senin (8/9).

Etnawati mengakui, petani lada menikmati kembali penghasilan dari panen komoditi yang sempat mereka tinggalkan beberapa tahun silam. Disebutkan, hingga tahun 2013 luas areal komoditi lada di Kaltim tercatat 9.460 hektar dengan produksi 6.818 ton lada kering.

Untuk Kaltim terdapat  sentra terbesar pengembangan budidaya lada  di Dusun Mario Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kartanegara dan Desa Semoi II Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Produksi dari tanaman lada sebesar 6.818 ton lada putih tersebut seluruhnya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri dan ekspor. Kami terus berupaya memotivasi serta memberikan dukungan pengembangan komoditi ini di daerah,” tambahnya.

Kepala Disbun Kaltim ini mengatakan kenaikan harga lada menjadi momentum yang baik dalam upaya mengembalikan kejayaan lada di Kaltim yang merupakan plasma nutfah daerah yang dilepas untuk bibit unggul nasional.

“Lada putih kita sudah lama dikenal dunia selain lada putih asal Bangka (Munthok white pepper) maupun lada hitam asal Lampung (Lampung black pepper). Kaltim merupakan salah satu daerah sentra pembudidayaan lada di Asia Tenggara,” ungkap Etnawati Usman.

Ditambahkan, Pemprov Kaltim melalui Disbun Kaltim terus mengembangkan lima komoditi unggulan tanaman perkebunan. Yakni, tanaman kepala sawit dan karet, kakao serta kelapa dalam dan lada. (yans/sul/hmsprov)

 

//Foto: Petani lada Kaltim mengolah hasil kebunnya. (masdiansyah/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait