Hari Kesehatan Momentum Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Hari Kesehatan Momentum Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

 

SAMARINDA - Momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan tekad dan semangat pemerintah, untuk lebih memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan, haruslah menjadi konsep pembangunan di daerah.

”Karena itu, dalam rangka mewujudkan visi pemerintahan, pembangunan kesehatan merupakan investasi negara khususnya dalam menopang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bersama dengan pendidikan dan pendapatan perkapita. Termasuk juga pendekatan sasaran pokok pembangunan kesehatan, yaitu kepada ibu hamil, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Rini Retno Sukesi.

Menurut dia, hingga kini negara maupun daerah masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan kesehatan seperti tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi prevalensi gizi kurang, beberapa jenis penyakit menular dan penyakit tidak menular tertentu, di samping beberapa faktor determinan sosial yang belum bisa diselesaikan semua. Seperti penyediaan air bersih, sanitasi rumah tangga, ketahanan pangan, akses informasi dan pendidikan, khususnya bagi perempuan, perilaku masyarakat terkait merokok, pola makan dan pola konsumsi.

Meski demikian, sekarang berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan serta mobilitas penduduk sebagai dampak terbukanya akses antar negara memungkinkan berbagai jenis alat dan obat yang belum teruji dengan benar serta penyakit baru, muncul di Indonesia.

”Secara nasional, kita patut bersyukur bahwa mulai 1 Januari 2014, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang Kesehatan telah berfungsi menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai satu kesatuan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang telah dituangkan dalam Peraturan Presiden No.72/2012,” jelasnya.

Apalagi, Kementerian Kesehatan juga menyambut baik dan mengapresiasi beberapa pemerintah kabupaten/kota serta provinsi yang telah menyediakan 10% anggaran pembagunan untuk kesehatan, khususnya di Kaltim. Bahkan memberikan insentif bagi tenaga kesehatan dari dana APBD, membangun fasilitas pelayanan kesehatan khususnya puskesmas di daerah-daerah tertentu, serta terus menerus meningkatkan kompentensi petugas kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Ke depan untuk menyukseskan pembangunan program kesehatan masyarakat diperlukan pelibatan aktif dari akademisi, komunitas, pelaku usaha dan pemerintah sebagai satu kesatuan team work sebagai bentuk tanggung jawab bersama akan masa depan bangsa, khususnya kualitas sumberdaya manusia yang harus mampu bersaing dengan daerah maupun negara lain,” jelasnya. (jay/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation