Hasil Rakor Gempa Sulteng di Balikpapan, Kaltim Siap Jadi Wilayah Penyangga

Menkopolhukam memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana alam Palu dan Donggala di Sulteng.

BALIKPAPAN - Terkait upaya penanganan bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala, Sigi dan sejumlah daerah lainnya di Sulawesi Tengah, pemerintah telah menetapkan Balikpapan, Kalimantan Timur, khususnya Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) di Sepinggan sebagai salah satu wilayah penyangga, bersama Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. Balikpapan sekaligus akan menjadi kawasan evakuasi kedua setelah Makassar. 

Hal itu terungkap dari hasil Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam Sulawesi Tengah yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Selasa malam (2/10) di Balikpapan. 

Rapat dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Pangam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto serta Danrem 091 ASN Brigjen TNI Irham Waroihan. 

Sementara dari jajaran Pemprov Kaltim hadir Asisten Administrasi Umum H Bere Ali, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Frederic Bid dan Kepala Dinas Kesehatan Hj Rini Sukesi serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemprov Kaltim. 

"Kaltim terus melakukan berbagai langkah untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan daerah lainnya di Sulawesi Tengah. Kami pun sudah menyiapkan sejumlah rumah sakit untuk menjadi rujukan, baik di Balikpapan maupun Samarinda. Termasuk untuk Balikpapan sebagai kawasan evakuasi kedua, kami pun siap," kata Bere Ali.  

Selanjutnya Bere Ali mengungkapkan Bandara SAMS akan difungsikan sebagai titik berkumpul pasukan Brimob dari berbagai daerah sebelum nantinya dikirim menggunakan Hercules ke Palu untuk memulihkan situasi keamanan. 

Selain itu Bandara SAMS juga akan menjadi titik berkumpul pesawat-pesawat negara sahabat yang ingin memberikan bantuan kemanusiaan ke Palu dan Donggala. Terkait hal tersebut selanjutnya akan dilakukan pengaturan sesuai prosedur bantuan negara sahabat, hingga prosedur yang benar terkait penyaluran bantuan luar negeri. 

bere_ali_dan_menkes
Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim H Bere Ali bersama Menteri Kesehatan Nila Moeloek usai rapat koordinasi.

Sementara itu, Plt Kepala Biro Humas Riawati secara rinci menyampaikan sejumlah penjelasan dari para pejabat pemerintah. Riawati menyebutkan, dalam rapat koordinasi tersebut  Menkopolhukam menjelaskan tentang situasi terkini di Palu dan Donggala berikut kebutuhan mendesak para korban dan masyarakat setempat. Diantaranya melakukan identifikasi dan pemakaman bagi korban meninggal, serta evakuasi dan pengobatan bagi korban cedera dan luka-luka. Sedangkan untuk warga yang selamat dilakukan evakuasi ke daerah-daerah yang relatif aman. "Untuk normalisasi keamanan, Kapolri akan mengerahkan pasukan Brimob ke lokasi bencana," sebut Riawati.

Upaya-upaya lain untuk pemulihan paska bencana, lanjut Ria juga disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam rapat tersebut. Langkah segera yang dilakukan adalah normalisasi tenaga listrik yang sebagian besar rusak parah. Di lokasi bencana juga akan dilakukan pemulihan sarana komunikasi yang lumpuh. "Termasuk pengiriman BBM dan sarana perbankan akan menjadi prioritas," kata Riawati menirukan Rini Soemarno.

Sedangkan terkait penanganan pasien korban gempa dan tsunami, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menjelaskan bahwa RSUD Kanujoso dan RS Pertamina di Balikpapan dinyatakan telah siap menampung dan merawat korban gempa dan tsunami. 

"Arahan Pak Gubernur, kita ikuti perkembangan dan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait dengan bencana nasional di Sulteng, baik yang sempat dibahas dalam rapat koordinasi maupun yang belum sempat terbahas. Prinsipnya Kaltim peduli dan siap siaga memberi dukungan," pungkas Riawati melanjutkan pesan Gubernur Isran Noor. (*)

Berita Terkait