Hasil Rekrutmen TPP Kaltim 2018 Diumumkan

Jauhar Efendi

SAMARINDA - Pelaksanaan rekrutmen Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Kaltim tahun anggaran (TA) 2018 berakhir. Sesuai jadwal, Senin (17/9), hasil rekrutmen yang sudah ditetapkan akan diumumkan secara luas melalui website resmi DPMPD Kaltim (http://dpmpd.kaltimprov.go.id) dan papan pengumuman di Kantor DPMPD Kaltim. 

"Tim seleksi bersama jajaran DPMPD Kaltim, Sabtu (15/9) sudah melakukan rapat penetapan sesuai hasil seleksi tes tertulis, wawancara dan tes komputer yang diikuti peserta," kata Kepala DPMPD Kaltim M Jauhar Efendi di Kantor DPMPD Kaltim, Senin (17/9). 

Jauhar mengatakan hari ini tinggal diumumkan agar mereka yang lulus bisa persiapan mengikuti tahapan selanjutnya, yakni pelatihan pratugas dan kontrak kinerja penempatan penugasan.

Menurut Jauhar, secara umum pelaksanaan rekrutmen berjalan lancar. Ditandai jumlah pelamar yang cukup banyak dan pelaksanaan seluruh tahapan seleksi berjalan lancar, baik untuk yang dilakukan sistem jemput bola di Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Berau, serta terpusat di Samarinda.

Hasilnya, dari 562 pelamar untuk 149 kuota yang tersedia tercatat hanya 375 pelamar yang lolos ke seleksi tes tertulis, 271 peserta lolos ke tes wawancara dan 268 peserta tes komputer. Namun demikian yang lolos seluruh tahapan ditetapkan sebagai TPP hanya 146 peserta. Artinya, masih ada kurang tiga kuota yang belum tersedia di wilayah Kaltim.

Dari catatan tim seleksi 146 peserta yang lolos tidak ada lagi yang mengundurkan diri. Jika ada lagi yang mengundurkan diri dipastikan kuota kosongnya akan bertambah.

"Yang khawatir Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI). Sebab kuotanya untuk provinsi. Artinya penugasannya ditetapkan provinsi. Khawatirnya ada yang tidak siap ditempatkan di daerah tertentu. Tapi mudahan semua bersedia sehingga kuota kosongnya tidak bertambah lagi," jelasnya.

Selanjutnya, panitia seleksi akan segera menghubungi mereka yang lolos sebelum diberikan pelatihan pratugas. Harapannya saat pratugas sudah mantap dengan posisi masing-masing, sehingga tidak ada uang negara yang sia-sia karena mereka sudah dilatih selama satu minggu kemudian mundur. (jay/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait