Hetifah: Buka Komunikasi yang Baik

Dukungan Penambahan Nama Bandara Sepinggan Terus Mengalir

SAMARINDA - Polemik yang masih memanas seputar perubahan nama Bandara Sepinggan Balikpapan menjadi ”Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan” mendapat tanggapan Anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim, Hetifah.

Wakil rakyat asal Partai Golkar ini mengajak semua pihak menahan diri dan membuka komunikasi dengan dasar saling percaya dan menghargai untuk melakukan sebuah kesepakatan terkait penambahan nama bandara tersebut.

"Semua pihak harus menahan diri dan membuka komunikasi yang baik. Saya yakin masalah ini pasti bisa kita selesaikan dengan baik, tanpa harus ada yang tersakiti," kata Hetifah.

Hetifah menambahkan, saat perdebatan masih terjadi di daerah, semestinya Kementerian terkait segera berperan menjadi penengah atau fasilitator. Kementerian terkait, khususnya Kementerian Perhubungan hendaknya bisa menjernihkan masalah dan tidak ikut-ikutan memperkeruh situasi di daerah.

Di Kaltim sendiri, dukungan masih terus mengalir untuk penambahan nama Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Bandara Sepinggan Balikpapan. (tanggapan warga lainnya juga terdapat di halaman ini).

Awang Asma’uddin, Ketua LBAK Tarakan misalnya, menegaskan dukungan sepenuhnya untuk penambahan  nama Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.

"Penggabungan nama tersebut tentunya sangat tepat karena Sepinggan juga tidak dihilangkan. Jadi apa alasan orang mau meributkan penambahan nama sultan itu?" tanya Awang Asma’uddin.

Dia berharap agar polemik soal nama bandara  diakhiri saja dan segera ditetapkan dan diyakini akan diterima semua pihak. Dia juga menegaskan, dukungan ini disampaikan dengan rasa tulus serta tidak ada rasa paksaan dari pihak manapun.

Dukungan diberikan dengan dasar jika merunut sejarah, Sultan Aji Muhammad Sulaiman telah terbukti  berjasa  dan mampu mengayomi rakyat Kutai, termasuk juga Balikpapan dan Samarinda pada masa jayanya. 

Dukungan yang sama juga dilontarkan Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang. Sebagai warga Kaltim, dirinya  sangat mendukung penambahan nama Bandara Sepinggan Balikpapan dengan tambahan nama Sultan Kutai ke-18, Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.

"Bagaimanapun  juga, sejarah tidak bisa kita tinggalkan. Sebab masa lalu itulah maka kita ada dan dapat melaksanakan pembangunan dan perubahan seperti saat ini. Sama halnya seperti kami membangun Kota Samarinda," komentar Jaang.

Jasa baik itu sudah pasti dihasilkan dari perjuangan dan semangat para pendahulu baik para walikota, pejabat dan sekda maupun Ketua DPRD dan anggota-anggotanya dari periode ke periode. Peran tokoh-tokoh masyarakat juga sangat besar di sana hingga menjadikan Samarinda sebagai salah satu barometer pembanguan bagi kabupaten dan kota di Kaltim.

"Itulah alasan paling mendasar dukungan atas penambahan nama bandara di Balikpapan yang diusulkan pihak kesultanan. Kita harus menghargai dan menghormati perjuangan dan jasa para leluhur yang telah menanamkan perubahan yang lebih baik bagi daerah ini," pungkas Jaang. (sul/jay/jon/hmsprov)

//Foto: Hetifah

Berita Terkait