Himpun Berbagai Masalah Pembangunan di Daerah

SAMARINDA - Guna menyukseskan program kerja Nawa Cita,  presiden dibantu oleh  Tim Setjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) dalam tugas dan fungsinya adalah  menghimpun  dan melaporkan permasalahan yang dihadapi daerah dalam pelaksanaan program di lapangan.

Terkait tugas dan fungsinya, Rabu (10/2) Tim Setjen Dewan Ketahanan Nasional yang dipimpin langsung  Bandep (Pembantu Deputi) Lingkungan Strategi Internasional

Dejiandra  Brigjen TNI Aries Suhadono bersama empat  anggotanya mengunjungi Kaltim.

Jajaran Wantanas ini  diterama  Kepala Biro Pembangunan Daerah Setdaprov Kaltim,  Ir Salman Lumoindong berseta perwakilan jajaran dinas instansi terkait dilingkup Pemprov Kaltim.

Salman memaparkan keberadaan Kaltim yang memiliki jumlah penduduk mencapai 3  juta jiwa yang tersebar pada 1.493 desa dan 150 kecamatan di 10 kabupaten/kota. Daerah ini memiliki sumber daya mineral dan batu bara (minerba) cukup potensial. Tidak hanya itu, cadangan yang dimiliki merata di seluruh wilayah kabupaten/kota. Idealnya, berdasarkan amanah Undang – Undang Dasar, kekayaan tersebut harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.

"Dalam rangka tertibnya kegiatan usaha pertambangan di Kaltim, Pemprov telah melakukan moratorium IUP sesuai surat Gubernur Kaltim Nomor 180/1375-Hk/2013 tertanggal 25 Januari 2013," ujarnya.

Sementara Aries Suhadono mengatakan, maksud dan tujuan kunjungan kerja oleh  Tim Setjen Dewan Ketahanan Nasional tidak lain ingin menghimpun berbagai masalah yang dihadapi daerah khususnya Provinsi Kaltim dalam pelaksanaan program pembangunan diberbagai bidang.

  Daerah Kaltim difokuskan  pada kajian, berupa pengamanan kegiatan usaha bidang energi dan mineral yang terkait dengan upaya pencegahan kemungkinan terjadinya illegal fishing, illegal mining serta  kondisi lingkungan pasca penambangan serta penguatan dan pengembangan industri maritim.

Selain melakukan dialog terkait permasalahan program pembangunan di berbagai bidang. Tim  Tim Setjen Dewan Ketahanan Nasional akan meninjau melakukan lahan bekas tambang batu bara di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Selain itu juga mengunjungi galangan kapal di Samarinda.(mar/sul/es/hmsprov).

 

Berita Terkait
Government Public Relation