Hindari Permusuhan di Medsos, Wagub Hadi Mengimbau Jangan Buat Status atau Komentar Menyinggung

Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi

SAMARINDA - Fasilitas media sosial berupa akun whatsapp (WA) maupun facebook (FB) selain mampu meningkatkan silaturahim. Juga, bisa memecahbelah bahkan membuat permusuhan diantara teman dan keluarga yang berjauhan. Karenanya, Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengingatkan masyarakat harus cerdas dalam memanfaatkan teknologi informasi seperti fasilitas akun di media sosial (medsos).

Menurut dia, jangan sampai status ataupun komentar di medsos itu bukannya menambah keakraban sesama teman dan keharmonisan dalam keluarga tetapi sebaliknya. "Jangan buat status atau komen di grup WA maupun facebook yang memancing bahkan menyinggung. Akibatnya berkelahi sesama kawan. Ada juga bermusuhan dalam keluarga," kata Hadi saat hadiri beberapa halalbihalal di Samarinda.

Hadi kembali mengingatkan paling cepat membuat hal kurang nyaman dalam grup medsos yakni status atau komen tentang politik. Sebab, pasti ada perbedaan pendapat dan pilihan dalam grup WA itu. Wagub mengakui dirinya sering dimasukkan dalam grup WA. Banyak, tapi ikut aja tidak pernah komen sebab bagian dari wadah silaturahim.

Tetapi, lanjutnya, dalam grup itu ada yang share poto atau opini dan ada yang menanggapi. Akhirnya berlawanan dan terus beributan. Dari seratusan anggota grup itu, mereka berduaan atau beberapa orang saja yang ribut sampai salaing berbahasa kasar. "Kalau sudah begini susah jadinya. Pernah saya matikan hape (handphone). Bagitu pagi saya buka. Ada ratusan komen digrup WA tu. Tapi yang komen hanya dia beduaan atau beberapa orang itu aja. Yang lain kedada komen," ujarnya sambil tertawa.

Oleh sebab itu, Hadi sangat berharap masyarakat harus cerdas memanfaatkan medsos agar tidak terjebak dalam hal-hal yang memicu permusuhan dan perpecahan. "Kalau boleh saran. Grup WA jangan dimasuki pendapat atau opini tentang politik. Pokoknya itu kada tahan lawas. Pasti bekelahian. Ada laki bini bemusuhan sampai handak beceraian. Ya gara-gara beda pilihan. Bekelahinya di facebook. Habis sekampungan orang membacanya," ungkap Hadi.

Bagi Hadi, kemajuan teknologi informasi selayaknya digunakan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan membuka jendela informasi tentang berbagai hal. Tidak hanya sebagai ajang komunikasi.(yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait