HM Kadrie Oening Lebih dari Jokowi

SAMARINDA - Talk Show Road Map Leadership H Abdul Wahab Sjahranie dan HM Kadrie Oening yang digelar di Kampus Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda Selasa (22/1) dihadiri sejumlah mantan pejabat dan orang-orang dekat kedua pemimpin daerah tersebut.

Di antara mereka secara pasti mengetahui sepak terjang dan perjuangan Abdul Wahab Sjahranie dan HM Kadrie Oeing adalah H Alwy AS, Jaffar Sidiq, Jaffar Ahmad, Hermain Okol, Awang Faisal  dan tokoh-tokoh lainnya.

            Alwy AS misalnya mengatakan, sosok Abdul Wahab Sjahranie adalah tipikal pemimpin yang mampu membina, berdisiplin dan menjadi guru.  Prinsip keras yang selalu diingatnya adalah komitmen agar rakyat Kaltim mampu menjadi pemain di daerahnya dan tidak hanya berpuas diri menjadi penonton.

            “Jangan cuma jadi penonton di daerah sendiri, jadilah pemain dan selanjutnya, kamu yang akan menentukan golnya,” kata Alwy, mengenang pesan Abdul Wahab Sjahranie, yang sengaja memanggilnya untuk suatu urusan, saat itu.

            Hal positif lain yang menjadi keseharian Abdul Wahab Sjahranie adalah berjiwa  pendidik dan religius. “Beliau adalah pendengar aspirasi yang baik dan beliau sendiri yang minta untuk dikritik. Namun beliau selalu mengingatkan agar kritik disampaikan dengan cara dan bahasa yang santun dan balance,” ungkap Alwy.

            Kritik yang setiap hari didengar, salah satunya adalah program “Si Karut”  yang dibawakan oleh Masdari Ahmad yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda. Wahab Sjahranie juga dinilai memiliki empati dan simpati yang tinggi kepada masyarakat.

            “Mudah-mudahan Pak Awang bisa melanjutkan cita-cita beliau untuk membangun Kaltim ini hingga periode kedua nanti,” harap Alwy.

            Jaffar Ahmad punya pengalaman lain selama kepemimpinan Abdul Wahab Sjahranie. Menurutnya Abdul Wahab Syahranie, memiliki pandangan yang sama dengan pemerintahan Gubernur Awang Faroek untuk mengoptimalkan potensi pertanian dalam arti luas (renewable resources) dan tidak  bergantung pada kekuatan sumber daya alam tak terbarukan (unrenewable resources), semacam batu bara, minyak dan gas.

            “Beliau juga memiliki pandangan strategis untuk pembangunan Kaltim masa depan. Salah satunya dengan mendukung pembukaan 10.000 hektar lahan sawit di Kabupaten Paser. Pendapatan perkapita masyarakat Paser saat itu, bahkan lebih tinggi dibanding   daerah lain di Kaltim, berkat pertanian sawit mereka,” kata Jaffar. 

            Sementara itu, tentang kepemimpinan mantan Walikota Samarinda era 1967-1980, HM Kadrie Oening, secara umum semua tokoh mengakui, tipikal Kadrie Oening hampir tak jauh beda dengan Abdul Wahab Sjahrani. Saat itu, keduanya mampu bersinergi dengan sangat baik untuk pembangunan Kota Samarinda.

            “Kadrie Oening itu, lebih dari Jokowi, Gubernur DKI Jakarta Jokowi sekarang. Bahkan orang belum bangun tidur, sidin (beliau) sudah masuk ke kampung-kampung, sampai tersesat tengah malam sampai subuh di daerah Bukuan, Palaran,” kata Alwy.(sul/hmsprov)

Foto: DILANJUTKAN AWANG. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (depan, ketiga dari kiri) foto bersama para mantan pejabat dan orang dekat mantan Gubernur Kaltim Alm H Abdul Wahab Sjahranie dan Walikota Samarinda Alm HM Kadrie Oening. (johan/humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation