HUT Ke-62 Provinsi Kalimantan Timur


Berani untuk Kalimantan Timur yang Berdaulat

Hari ini, Rabu, 9 Januari 2019, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) genap berusia 62 tahun. Di usianya yang semakin matang, Kaltim terus memoles diri dan berbenah. Peringatan Hari Jadi Kaltim tahun ini menjadi momentum penting bagi Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi yang baru tiga bulan memimpin Kaltim, tepatnya sejak 1 Oktober 2018. Momentum penting untuk mengangkat Kaltim menjadi lebih baik ke depan. 

Duet pemimpin Bumi Etam ini hadir mengusung jargon baru dengan semangat perubahan besar, yakni “Berani untuk Kalimantan Timur yang Berdaulat”. Sebuah seruan yang dihadirkan demi membangkitkan kesadaran bersama seluruh rakyat menuju kedaulatan Kaltim yang lebih sejahtera. (*)

Satu Visi Lima Misi

SERUAN itu kembali digaungkan Gubernur Isran Noor di depan legislator Karang Paci pada Rapat Paripurna Ke-2 DPRD Kaltim Tahun 2019 Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Kaltim, Selasa (8/1/2019).

Gubernur Isran Noor pun mengaitkan tema peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Timur tahun ini “Mewujudkan Kalimantan Timur yang Berdaulat untuk Indonesia yang Sejahtera” dengan Visi Kaltim Berdaulat 2018-2023.

Tema ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat, bahwa berdaulat yang dimaksudkan bukan dalam pengertian Kaltim ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena sesungguhnya Kaltim sangat ingin Indonesia sejahtera.

BACKGROUND-VISI-MISI-1

“Tema peringatan HUT Kaltim tahun ini merupakan perwujudan Visi Kaltim Berdaulat 2018-2023 yakni Berani untuk Kalimantan Timur yang Berdaulat dengan 5 misinya. Mencakup kedaulatan dalam pengelolaan sumber daya manusia, ekonomi kewilayahan dan kerakyatan, pembangunan infrastruktur kewilayahan, pengelolaan sumber daya alam dan birokrasi yang profesional,” beber Isran Noor.

Gubernur Isran yang dalam rapat paripurna kemarin hadir bersama Wakil Gubernur Hadi Mulyadi juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan rakyat Kaltim yang telah memberikan amanah kepada mereka berdua untuk memimpin Bumi Etam, Kalimantan Timur.

Dia katakan, perjalanan masih panjang dan tantangan ke depan pasti akan lebih berat. Isran berharap agar perjalanan selanjutnya bisa terus mendapat dukungan dan pengawalan dari wakil rakyat di Karang Paci, sehingga target dan sasaran pembangunan yang direncanakan tercapai dengan baik dan penuh berkah.

BACKGROUND-VISI-MISI-2

Terpenting lagi lanjutnya untuk terus meningkatkan semangat kebersamaan dan komitmen kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, berdisiplin,  bertanggungjawab dan berintegritas tinggi.  Bekerja  bersama membangun provinsi ini, lahir dan batin, maju dan berdaulat demi kesejahteraan rakyat.

“Mari kerahkan segenap kemampuan dan potensi diri, bekerja produktif dan optimal, lalu berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT. Sesungguhnya kita hanya bisa berencana dan Tuhanlah yang akan menentukan. Mudah-mudahan yang terbaik untuk Kalimantan Timur,” tutup Isran Noor. (*)

 

FOTO-Quotes-1

Gubernur Kaltim  H Isran Noor

 

Quotes :

“Berdaulat itu bukan berarti kita ingin merdeka. Berdaulat yang kami maksudkan adalah selayaknya daerah penghasil menerima lebih besar sebagai daerah penerima resiko terbesar dari kerusakan dan bahaya eksploitasi sumber daya alam. Kami tidak ingin merdeka, karena Kaltim sangat cinta  NKRI”

“Tidak ada kabupaten dan kota yang spesial. Begitu pun tidak ada program yang lebih prioritas. Semua prioritas, tinggal membaginya secara proporsional” 

“Teruslah berupaya untuk memberi manfaat bagi orang lain, dalam kapasitas apa pun kita. Termasuk kita-kita yang ada di pemerintahan”

 

FOTO-Quotes-2

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi

Quotes :

“Saya tidak akan biarkan rakyat menderita. Saya mau jadi wakil gubernur, karena saya ingin mengabdi kepada rakyat. Selama sesuai aturan dan hukum, kita akan bela sampai mati. Jangan ragukan komitmen kami”

“Kota kita bangun, desa dan daerah pinggiran pun kita bangun. Dengan sinergi pusat, provinsi dan kabupaten, ke depan, anak-anak kita tidak lagi harus ke kota hanya untuk mencari pekerjaan, karena potensi besar itu sesungguhnya ada di desa”

 

 

Visi Kaltim Berdaulat 2018-2023 “Berani untuk Kalimantan Timur yang Berdaulat”. Sementara misi yang akan dilaksanakan adalah :

  1. Berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdayasaing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas
  2. Berdaulat dalam pemberdayaan ekonomi wilayah dan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan
  3. Berdaulat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur kewilayahan
  4. Berdaulat dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
  5. Berdaulat dalam mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih, profesional dan berorientasi pelayanan publik.

 

 

 

FOTO-BERITA-JUDUL-INTINYA-MANDIRI-KELOLA-SDA-1

Intinya, Mandiri Kelola SDA

Saat masa transisi lalu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 pun sudah melalui proses penyelarasan antara tim Pemprov Kaltim dan Tim Penyelaras Isran-Hadi.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim H Zairin Zain, inti dari Visi Kaltim Berdaulat 2018-2023 itu adalah bagaimana Kaltim bisa mandiri mengelola sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA).

FOTO-BERITA-JUDUL-INTINYA-MANDIRI-KELOLA-SDA-2

“Itu intinya. Kaltim berdaulat itu bukan Kaltim yang ingin merdeka atau ingin memisahkan diri dari NKRI, tetapi bagaimana SDA bisa dikelola dengan baik oleh daerah. Dan untuk itulah beliau akan berjuang,” kata Zairin.

Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi tidak ingin seluruh potensi sumber daya alam dikelola oleh pusat, harus  ada yang dikelola pemerintah daerah. Bahkan jika memungkinkan, pengelolaan ekonomi dan SDA sepenuhnya harus dipercayakan kepada daerah.

FOTO-BERITA-JUDUL-INTINYA-MANDIRI-KELOLA-SDA-3

Pertumbuhan ekonomi harus berkembang merata dan tidak hanya terpusat di beberapa kota. Pengembangan ekonomi kewilayahan akan menjadi bagian dari prioritas untuk mempercepat kemajuan Kaltim.

Demikian juga urusan proyek-proyek nasional yang ada di Kaltim, seluruhnya harus digerakkan dengan dana pemerintah pusat. Sementara anggaran daerah fokus untuk mendukung pembangunan infrastruktur kewilayahan. “Jadi anggaran daerah kita siapkan hanya untuk masalah sosial dan permasalahan lahan. Proyek nasional semua sudah kita serahkan ke pusat,” ungkap Zairin.

Soal pengelolaan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Semua perusahaan harus patuh aturan. Tidak menggali tambang lalu meninggalkan lubang-lubang menganga atau membabat hutan untuk kebun, tapi tidak menanam.  

FOTO-BERITA-JUDUL-INTINYA-MANDIRI-KELOLA-SDA-4

Pengelolaan ekonomi Kaltim harus mampu meningkatkan pendapatan asli daerah dan meningkatkan perolehan dana perimbangan ke Kaltim. “Namun untuk itu, beliau berdua juga ingin pemerintahan yang baik tidak korupsi dan tidak nepotisme. Jadi ASN kita harus benar-benar berkualitas,” kata Zairin. (*)

ZAIRIN-ZAIN-INSET-INTINYA-MANDIRI-KELOLA-SDA

 

Target Perjuangan untuk Kaltim Berdaulat diantaranya :

  1. Kelanjutan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda seluruhnya diserahkan kepada pemerintah pusat dan akan diselesaikan dengan dukungan BUMN dan bantuan loan China.
  2. Perjuangan untuk keikutsertaan daerah dalam alih kelola blok-blok migas di daerah. Bukan hanya ‘ikhlas’ menerima participating interest 10 persen, tetapi menuntut persentase lebih besar 30 hingga 40 persen.
  3. Menyelamatkan dan mengamankan royalti dan retribusi tambang batu bara yang masih banyak bocor, baik karena regulasi yang kurang menguntungkan daerah dan aksi nakal para pengusaha tambang yang mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya.
  4. Memperjuangkan aliran dana dari potongan pajak ekspor CPO agar dikembalikan dan dikelola daerah.

 

GUB-BERSAMA-DEMO-1

WAGUB-BERSAMA-PEDEMO-3

GUB-BERSAMA-DEMO-2

(Teks foto ketika Pak Isran dan Pak Hadi menemui pendemo)

Berani bukan hanya diarahkan kepada pemerintah pusat untuk memperjuangkan keadilan. Tapi berani juga ditunjukkan ketika secara terbuka Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi menerima kehadiran masyarakat, bahkan turun menemui rakyat, menyapa dan memeluk rakyat. Mendengarkan keluhan mereka dan berjuang bersama-sama dengan tetap berpegang pada koridor hukum yang berlaku. (*)

Berita Terkait
Government Public Relation