Idealnya PLKB Satu Desa Satu Petugas Lapangan

Idealnya PLKB Satu Desa Satu Petugas Lapangan

SAMARINDA-Untuk mensukseskan program KB di Kaltim maupun Kaltara idealnya setiap desa memiliki satu petugas lapangan tenaga Penyuluhan Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) untuk mendukung suksesnya program keluarga berencana di daerah.

."Kaltim dan Kaltara saat ini masih kekurangan tenaga PLKB untuk tingkat kecamatan dan pedesaan, namun secara kualitas mereka cukup andal karena sudah melalui berbagai program pelatihan," kata Plt Kepala BKKBN Kaltim Yanrizal Makmur saat membuka Training Of Trainer TOT bagi tenaga pengelola SKPD KB Kabupaten dan Kota se Kaltim dan Kaltara  di Samarinda, Selasa,(11/3).

Disebutkan, meskipun di beberapa daerah di Kaltim dan Kaltara belum terpenuhi, program kependudukan dan pembangunan keluarga tetap berjalan dengan memanfaatkan kader-kader yang ada didesa-desa.

Untuk terpenuhuinya tenaga PLKB BKKBN Kaltim tetap mengimbau kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan rekrutmen tenaga PLKB yang merupakan kebijakan pemerintah daerah, dan ternyata komitmennya  cukup tinggi untuk melakukan rekrutmen secara bertahap.

"Kalau pelayanan KB dapat kita lakukan sampai ke desa terpencil, maka peserta KB baru atau akseptor dapat direkrut dalam jumlah besar, tentunya harus adanya petugas PLKB karena program mampu  dikendalikan dengan baik, sesuai harapan pemerintah," ujarnya.

Dengan penambahan itu, maka program revitalisasi KB di Kaltim dapat diwujudkan dengan baik.karena tanpa ada penyuluhan yang baik di tingkat masyarakat bawah, maka program KB tidak akan sukses.

Sedangkan dilaksanakan pelatihan atau kegiatan Training of Training (TOT) secara berjenjang bagi pengelola SKPD KB di Kabupaten dan kota sebagai paya  mewujudkan ketahanan keluarga agar keluarga menjadi utuh.

Karena pada fase  balita anak diberikan asupan gizi yang cukup, dan pada memasuki masa remaja anak  bisa terhindar dari kasus seks bebas, penyalahgunaan obat-obat terlarang (Napza) dan penyakit menular HIV/AIDS .Ketika memasuki masa usia perkawinan mereka sudah siap dan dapat merencanakan keluarga dengan baik.

 “Jadi pembangunan keluarga dilakukan melalui bina-bina di antaranya Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) serta Bina Kaluarga Lansia (BKL),” katanya.(sar/hmsprov)

Berita Terkait