Indeks Pertanaman Kaltim Masih Rendah


 

SAMARINDA - Indeks pertanaman Kaltim khususnya komoditi padi sawah belum mencapai dua atau masih rendah karena berada pada kisaran 1,3 - 1,4. Kondisi itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim pada Rembuk Etam “Menambang Padi” di SMK Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Sempaja Samarinda. 

“Kami terus berupaya menaikkan indeks pertanaman padi kita yang dinilai masih rendah atau belum mencapai dua,” katanya, Rabu (24/8). Menurut dia, meningkatkan produksi pangan, utamanya padi, pihaknya terus mendorong pelaku utama dan pemangku kepentingan menaikan indeks pertanaman di daerah ini.

Diakui, kondisi tersebut terjadi karena hingga saat ini kawasan persawahan yang menggunakan sistem irigasi (pengairan) hanya sekitar 20 persen. Berarti sisanya 80 persen, merupakan sawah tadah hujan dengan pola tanam sekali setahun.

Namun demikian, dengan potensi besar yang bisa dimaksimalkan khususnya di kawasan Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser terdapat satu hamparan dengan luas areal mencapai 14 ribu hektare.

“Masing-masing PPU seluas delapan ribu hektare dan Paser sekitar enam ribu hektare. diharapkan mampu mendongkrak indeks pertanaman padi kita,” ujarnya. Dijelaskan sekarang ini dengan dukungan dan bantuan pemerintah pusat untuk pengelolaan Sungai Telake di Paser dapat dimanfaat untuk mengaliri sawah di Kabupaten PPU.

“Alhamdulillah berkat perjuangan dipusat dan kita diberi bantuan dana untuk bagaimana mengalirkan air dari Sungai Telake Paser ke PPU untuk mengairi seribu hektare sawah pada tahap awal,” ungkap Ibrahim.

Dia memperkirakan pada Oktober ini sudah selesai pengerjaannya dengan pola pipanisasi, dilakukan penyedotan air dari Sungai Telake di Kecamatan Long Kali dialirkan ke kawasan persawahan di PPU.(yans/sul/es/humasprov).

Berita Terkait
Government Public Relation