Industri Manufaktur Kaltim Tumbuh 4,13 persen

SAMARINDA – Produksi industri manufaktur besar dan sedang di Kaltim (termasuk Kalimantan Utara) pada triwulan IV tahun lalu menunjukkan pertumbuhan cukup tinggi yakni 4,13 persen. Sedangkan, produksi industri manufaktur mikro dan kecil provinsi Kaltim di triwulan IV 2015 periode tahunan mengalami pertumbuhan produksi 8,88 persen dan triwulanan sebesar 7,11 persen.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Habibullah usai video conference dengan jajaran BPS Pusat di kantor BPS Kaltim, Senin (2/1).   Menurutnya, industri manufaktur atau industri pengolahan ini merupakan salah satu dari tiga sektor yang menjadi sektor ekonomi tertinggi di Kaltim dan mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan di Kaltim.

"Nilai tambah yang tercipta dan dihasilkan dari sektor industri pengolahan adalah yang terbesar kedua kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi di Kaltim setelah sektor pertambangan dan penggalian.

Habibullah menambahkan, bahwa peranan terbesar dari sektor industri pengolahan Kaltim masih didominasi oleh industri migas sekitar 18,91 persen dan industri non migas yang memberikan kontribusi sekitar 5,62 persen.

Kegiatan sektor industri pengolahan di Kaltim tersebar hampir di seluruh kabupaten atau kota. Beberapa wilayah yang jadi kantong produksi dari kegiatan industri adalah Kota Balikpapan, Samarinda, Bontang, Tarakan dan beberapa kabupaten dengan spesifikasi industri masing-masing berbeda.

Kota Balikpapan dengan industri pengolahan migas, mesin dan peralatan. Sedangkan, Samarinda dengan industri pengolahan kayu, mesin dan peralatan dan Bontang dengan industri pupuk dan kimia serta gas. Untuk beberapa kabupaten lainnya yakni Kutai Kartanegara, Paser dan Kutai Timur dengan komoditas andalannya adalah crude palm oil (CPO). 

Mengenai industri pengolahan mikro dan kecil, Habibullah mengatakan bahwa industri tersebut juga sangat penting dalam pembangunan di Kaltim karena intensitas tenaga kerja yang relatif tinggi dan jumlah investasinya relatif kecil.

"Industri mikro dan kecil selama ini sudah memberi andil  terhadap kebijakan pemerintah yang diarahkan pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan," katanya. (rus/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait
Government Public Relation