Kalimantan Timur
Inflasi Kaltim Terkendali Saat Ramadan Lalu

SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat inflasi di Kaltim saat Ramadan atau sekitar Juni lalu sebesar 1,10 persen. Inflasi pada periode Ramadan tahun ini cukup terkendali dan relatif lebih rendah dibandingkan inflasi periode Ramadan tahun 2015 lalu sebesar 1,46 persen.

Kepala BPS Kaltim M. Habibullah mengatakan menurunnya inflasi di Kaltim dipicu oleh kenaikan harga pangan selama Ramadhan yang tidak terlalu signifikan dibanding pada Ramadan tahun 2015 lalu. Kenaikan harga yang tidak signifikan di Kaltim tidak terlepas dari kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam mengendalikan tekanan inflasi saat menghadapi bulan Ramadan.

"Ramadhan tahun ini inflasi Kaltim lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Bisa dikatakan, inflasi Kaltim masih terkendali," katanya.

Habibullah menjelaskan bahwa inflasi di Kaltim terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran tertinggi adalah kelompok transportasi dan komunikasi yang mengalami inflasi sebesar 2,70 persen, disusul kelompok bahan makanan dengan inflasi sebesar 1,90 persen dan kelompok kesehatan dengan inflasi 0,89 persen.

"Untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,88 persen, kelompok perumahan mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, kelompok sandang 0,12 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami deflasi sebesar 0,04 persen," ungkapnya.

Kenaikan harga disebabkan faktor luar daerah dan dalam. Faktor dari luar misalnya faktor cuaca, dimana sebagian besar bahan kebutuhan didatangkan dari luar daerah, terutama Sulawesi dan Jawa Timur.  

"Pendistribusian juga terkendala saat cuaca kurang bagus. Otomatis harga barang ikut naik. Sementara faktor dari dalam umumnya disebabkan oleh melonjaknya permintaan," tambahnya. (rus/sul/es/humasprov)

Berita Terkait