Infrastruktur Kaltim Meningkat dan Berkualitas

76 Persen Jalan Provinsi Mantap

SAMARINDA – Pemprov Kaltim terus bekerja untuk memenuhi sarana infrastruktur yang merupakan kebutuhahn dasar masyarakat. Salah satunya adalah sarana jalan provinsi sepanjang 1.762,07 kilometer pada akhir 2012 telah mencapai kondisi mantap 76 persen atau meningkat jika dibandingkan pada 2010 yang hanya mecapai 64 persen.
“Kondisi jalan dengan permukaan dengan permukaan aspal juga mengalami peningkatan dari 1.097,37 kilometer  pada 2009 menjadi 1.205,71 kilometer pada akhir 2012. Perkiraan capaian jalan beraspal hingga akhir 2013 adalah 1.337,89 kilometer,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim Taufik Fauzi didampingi Kepala Bidang Bina Marga Suheriyatna.
Sementara itu kondisi mantap jalan nasional hingga akhir 2012 telah mencapai 75,86 persen. Kondisi jalan nasional ini meningkat jika dibandingkan pada 2010 yang hanya mencapai 63,57 persen
Sedangkan  kondisi jalan nasional dengan permukaan beraspal meningkat dari 1.289,08 kilometer pada 2009 menjadi 1.797,69 kilometer pada akhir 2012. Diperkirakan jalan beraspal hingga akhir 2013 ini  mencapai  1.898,36 kilometer atau 89,63 persen.
Khusus untuk jalan akses KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional) Maloy dari ruas jalan utama  sepanjang 17,3 kilometer  mulai dibangun sejak 2012 melalui alokasi dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) APBN sebesar Rp258 miliar dengan konstruksi rigid pavement.
Jalan dalam kawasan KIPI Maloy dibangun sepanjang 11,44 kilopmeter dengan dana APBD provinsi sebesar Rp100 miliar dengan capaian land clearing sepajang 6,24 kilometer dan jalan konstruksi rigid pavement 1,24x7 meter.
“Selanjutnya pada 2013 dengan alokasi dana Rp30 miliar untuk land clearing dengan target 5,2 kilometer dan perbaikan geometric serta penyiapan badan jalan. Termasuk segera dibangun kawasan industri atau tangki timbun untuk CPO dari kementerian perindustrian,” ujarnya.  
Dijelaskan, khusus tol Balikpapan-Samarinda dengan total panjang 99,20 kilometer dan merupakan jalan tol terpanjang di kawasan Timur Indonesia dengan progress pembangunan mencapai 45,82 persen hingga Juli 2013.
Menurut dia, pembangunan jalan tol sesuai dengan Kepmen PU Nomor 567 Tahun 2010 tentahg penetapan jalan tol. Pembangunan jalan ini sebagai upaya peningkatan daya saing ekonomi melalui penciptaan efesiensi jasa distribusi barang dan jasa.
 Selain itu, pembangunan Jembatan Pulau Balang merupakan salah satu titik jaringan jalan Trans Kalimantan Lintas Selatan yang belum tersambung. Terbangunnya jembatan ini akan mempengaruhi pergerakan perekonomian di Kaltim khususnya Kawasan Industri Kariangau.
Pembangunan bentang pendek jembatan sepanjang 470 meter dilaksanakan dengan dana APBD provinsi yang saat ini progressnya mencapai 65,18 persen. Bentang panjang 800 meter membutuhkan investasi sebesar Rp1,6 triliun mulai dibangun melalui dana APBN sebesar Rp99,5 miliar dan sedang proses masuk dalam program multiyears APBN 2014-2018.
Jembatan Mahkota II Samarinda dengan bentang 740 meter akan menghubungkan Samarinda Kota dengan Samarinda Seberang. Saat ini jembatan yang belum tersambung sepanjang 370 dan pengerjaan mencapai 87 persen meliputi pylon 7 dan pylon 8.
 Jembatan Kembar Sungai Mahakam dengan panjang bentang 400 meter dengan lebar 17.02  meter serta tinggi clearance vertikal 17.5 meter dibangun dengan multiyears contract APBD Kaltim sebesar Rp252 miliar dan ditarget selesai 2013.
Jembatan Aji Tulur Jejangkat guna menghubungkan Kutai Barat dengan Kutai Kartanegara  serta mendukung pengembangan kawasan KIPI Maloy. Hingga kini telah dilakukan penyiapan lahan, tiang pancang dan pondasi secara keseluruhan progress mencapai 29 persen.
Pembangunan Terminal Peti Kemas Kariangau dengan investasi APBN, APBD provinsi dan PT Pelindo IV  Rp713 miliar. Guna meningkatkan pelayanan pada tahun ini dilakukan pembangunan gedung operasional atau kantor pengelola Terminal Peti Kemas Kariangau.
Pembangunan Terminal Peti Kemas Palaran telah rampung dibangun pada 2012 dan saat ini telah beroperasi. Kendala yang dihadapi saat ini belum diangunnya gedung terminal penumpang dan general cargo.
“Sesuai dengan keinginan Gubernur agar Kaltim memiliki jembatan udara untuk memudahkan transportasi melalui jalur udara sekaligus guna meningkatkan layanan yang lebih  optimal bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Bandara Sepinggan Balikpapan telah dilakukan pengembangan terminal penumpang 110.000 meter persegi dilengkapi 11 unit garbarata. Bandara berstatus bandara internasional dan merupakan bandara tersibuk ke empat di Indonesia dengan progress pembangunan 65 persen.
Bandara Kalimarau Berau dilakukan perpanjangan landasan pacu dari 1.850 meter menjadi 2.250 meter. Termasuk dibangun terminal penumpang baru seluas 9.000 meter persegi dilengkapi dua unit Garbarata.
Bandara Samarinda Baru sebagai penggati Bandara Temindung Samarinda dan dibangun melalui program multiyears contract 2011-2013 sebesar Rp696 miliar sisi darat dari APBD provinsi dengan progress capaian hingga Juli 2013 sekitar 65 persen.
Bandara Juwata Tarakan panjang landasan pacu mencapai 2.250 meter dan pembangunan apron konstruksi sarang laba-laba, terminal penumpang dilengkapi dua unit Garbarata. Saat ini dapat didarati Boeing 737-900ER dan Airbus 320.
Bandara Maratua Berau dibangun dalam rangka pengembangan kawasan indsutri pariwisata Pulau Derawan dan sekitarnya yang dilaksanakan sejak 2011 dengan pematangan lahan landasan pacu sepanjang 1.600 meter dan lebar 32 meter, targetnya  2013 dapat dilakukan pekerjaan konstruksi runway.(tim humasprov kaltim/adv).

///FOTO : Ruas jalan Samarinda – Palaran yang kian mulus untuk memperlacar arus transportasi barang dan jasa guna mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.(sarjono/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait