Infrastruktur Libatkan TNI, Buka Isolasi Daerah

Kunker Wagub HM Mukmin Faisyal ke Perbatasan Kaltim (2-Habis)

MAHULU -  Dalam kunjungan kerja Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal HP ke kabupaten termuda Kaltim selama dua hari sejak 31 Oktober hingga 1 Nopember di  Kampung Tiong Ohang yang merupakan Ibukota Kecamatan Long Apari Kabupaten Mahakam Ulu menegaskan komitmen Pemprov dalam membangun daerah pedalaman dan perbatasan tersebut.

Pembangunan infrastruktur khususnya jalan dan jembatan termasuk Bandar Udara Datah Dawai ke kecamatan paling ujung dan berbatasan langsung dengan negeri Malaysia, Pemprov Kaltim menjalin kerjasama dan melibatkan TNI-AD dari Kodam VI Mulawarman.

Menurut Wagub Mukmin Faisyal, walaupun daerah perbatasan merupakan kewenangan pemerintah pusat namun kawasan ini berada di wilayah Kaltim sehingga pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten setempat tetap berkewajiban memberikan perhatian khusus.

Selain itu, kawasan perbatasan merupakan beranda terdepan bangsa yang harus tampak lebih baik dilengkapi berbagai fasilitas bukan sebaliknya, maka pembangunan di segala sektor wajib dilakukan dengan melibatkan stakeholders (pemangku kepentingan) serta lintas sektor.

“Kami tidak membiarkan permasalahan yang terjadi di sini (Kabupaten Mahulu). Berbagai upaya kita lakukan. Pembiaran berarti pengkhianatan atas masyarakat dan NKRI. Kami berkewajiban memberikan perhatian yang besar bagi daerah dan masyarakat,”  tegas Mukmin.

Permasalahan paling mendasar yang dihadapi masyarakat pedalaman, perbatasan dan daerah tertinggal demikian di Kecamatan Long Apari yakni tidak ada aksesibilitas. Jalur paling diandalkan masyarakat hanyalah jalur sungai yang saat ini mulai mengering.

 

Jalur transportasi sungai itu sangat tergantung pada kondisi alam bahkan waktu yang ditempuh dari Ujoh Bilang (ibukota kabupaten) untuk sampai di sepuluh kampung itu memerlukan waktu panjang tidak kurang dari 12 jam perjalanan.

Adapaun sepuluh kampung yang terisolasi itu yakni Kampung Long Penaneh 1, Long Penaneh II dan Long Penaneh III, Long Keriok, Tiong Bu’u, Tiong Ohang, Naha Buan, Naha Silat dan Naha Tifab serta Kampung Long Apari.

Sementara alur udara hanya mengandalkan penerbangan menggunakan helikopter terkecuali di Bandara Datah Dawai Kampung Long Apari (kampung paling ujung Kabupaten Mahlu dan berbatasan Malaysia) yang saat ini pengerjaannya dilakukan pihak TNI-AD.

Khusus jalur darat saat ini pengerjaannya dilakukan pihak Pemprov Kaltim bersama TNI-AD dari Kodam VI Mulawarman yang sudah dibuka untuk jalan sepanjang 53 kilometer dari Long Bagun, Long Pahangai hingga Long Apari dalam dua tahun anggaran.

“Selanjutnya pada 2015 akan diteruskan untuk mencukupi jalur jalan darat sepanjang kurang lebih 240 kilometer dari Long Bagun hingga Long Apari dengan dua sumber dana (APBN dan APBD provinsi),” jelas Mukmin Faisyal.

Sementara itu guna melintasi sungai dibangun jembatan sebanyak 25 buah namun yang terbangun baru dua jembatan. Kendala yang dihadapi sulitnya medan jalan yang harus dilalui untuk memobilisasi peralatan dan bahan bangunan serta masuk kawasan hutan lindung.

Selain sarana dan prasarana infrastruktur berupa jalan dan jembatan serta pelabuhan udara juga kebutuhan dasar masyarakat tetap diupayakan agar terpenuhi. Sektor kesehatan dan pendidikan sudah menjadi program prioritas pembangunan Pemprov Kaltim.

Puskesmas Tiong Ohang (ibukota kecamatan Long Apari) yang saat ini sudah menjadi Puskesmas 24 Jam dengan rawat inap selanjutnya ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Pratama dilengkapi dengan tenaga dokter dan spesialis serta tenaga perawat dan bidan. 

Demikian halnya listrik sementara menunggu pembangunan pembangkit listrik tenaga air  maka dioptimalisasi pemanfaatan tenaga matahari (pembangkit listrik tenaga matahari atau solar cell) untuk rumahan.

Sektor pendidikan, Pemprov Kaltim telah membuka bantuan beasiswa untuk anak-anak perbatasan. “Bantuan biaya pendidikan yang kami  berikan melalui Beasiswa Kaltim Cemerlang hingga ke jenjang pendidikan S3 bagi anak perbatasan,” ujar Mukmin Faisyal.

Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono mengungkapkan pembangunan jalur darat baik jalan dan jembatan maupun bandara di kawasan pedalaman, perbatasan dan daerah terpencil terus dilakukan bersinergi dengan pemda.

“Komitmen Gubernur Awang Faroek Ishak untuk membuka keterisolasian daerah patut didukung seluruh elemen masyarakat. Jalur jalan darat terus dikerjakan Zendam termasuk tiga bandara perbatasan khususnya di Datah Dawai Long Apari,” ujar Benny Indra Pujihastono.

Semangat membangun yang dimiliki Pemprov dengan seluruh jajaran bersama TNI dan Pemkab Mahulu harus pula dihargai masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa.

“NKRI ini merupakan harga mati dan masyarakat perbatasan merupakan pengawal kedaulatan bangsa. Kondusifitas harus dipelihara dan mari dukung semangat pemerintah daerah untuk memajukan daerah dan menyejahterakan rakyat,” ajak Pangdam. (masdiansyah /sul/es/hmsprov). 

 

///FOTO : Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal HP bersama Pj Bupati Mahulu MS Ruslan dan Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun menyapa sejumlah warga saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Long Apari Kabupaten Mahakam Ulu.(masdiansyah/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation