Infrastruktur Prioritas Utama Pembangunan Kaltim

Kaleidoskop Pembangunan Kaltim 2014

 

Tahun pertama kepemimpinan Gubernur H Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal HP telah berhasil mendorong banyak kemajuan pembangunan Benua Etam. Sangat wajar, karena usai dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi  pada 17 Desember 2013 di Gedung Olahraga Serbaguna Stadion Palaran Samarinda,  pasangan pemimpin Kaltim ini langsung tancap gas dengan visi baru, Kaltim Maju 2018. Mereka pun tidak mengalami kesulitan berarti untuk melakukan penyesuaian dengan program pembangunan dalam kepemimpinan nasional era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), karena program-program daerah  ternyata sudah sangat sejalan dengan program pemerintahan Jokowi-JK. (*)

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2013-2018

H Awang Faroek Ishak dan HM Mukmin Faisyal resmi dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H Gamawan Fauzi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2013-2018. Pelantikan dilaksanakan di Gedung Olahraga Serbaguna Stadion Palaran Samarinda, Selasa (17/12), disaksikan 5.000 undangan dari berbagai daerah.

Saat itu, Mendagri Gamawan Fauzi menilai pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim berlangsung sangat khidmat dan lancar. Pak Menteri pun terheran-heran dengan  antusiasme masyarakat untuk menghadiri pelantikan pemimpin mereka.

“Antusias masyarakat terlihat sangat jelas. Mungkin ini akibat dari keberhasilan pembangunan yang terjadi lima tahun terakhir. Suasananya sangat kondusif, karena Kaltim punya tradisi bagus. Kaltim ini aman, tenteram dan damai. Ini adalah bukti nyata keberhasilan pemimpin daerah menata keberagaman ini dengan harmonis,” puji Gamawan.

Gamawan mengatakan selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Farid Wadjdy (2008-2013), Kaltim mengalami kemajuan yang  sangat signifikan.

Salah satunya, adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 2007-2012. Pada 2007 IPM Kaltim 73,30. Sedangkan pada 2012 meningkat signifikan menjadi 76,22 sehingga menempatkan Kaltim pada peringkat kelima nasional. Capaian tersebut jauh berada diatas rata-rata nasional.

Demikian halnya bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pengelolaan keuangan negara, akuntabilitas kinerja pemerintahan dan keterbukaan informasi publik (KIP). Keberhasilan sejumlah bidang tersebut, lanjut dia, merupakan hasil kerja keras pemimpin Kaltim bersama seluruh jajaran selama lima tahun terakhir.

“Pekerjaan rumah lima tahun kedepan bagi Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wagub Mukmin Faisyal adalah melakukan pemerataan pembangunan. Usaha-usaha kecil harus dikembangkan, sehingga kemajuan dapat tercapai bersama-sama. Pengurangan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja dan yang terpenting Kaltim Hijau perlu terus dilanjutkan," pesan Gamawan.

Ditambahkan, Kaltim kedepan sudah harus tidak bergantung pada sumber daya alam tak terbarukan. Karena bahan tambang (minyak bumi, gas, batu bara dan lainnya) semakin lama semakin berkurang, bahkan pada suatu saat akan habis. Untuk itu mulai dari sekarang sudah harus dirintis.

Salah satunya adalah kelapa sawit. Saat ini luas penanaman sawit di Kaltim sudah mencapai 1,3 juta hektare dan targetnya bisa mencapai 2,4 juta hektare. Karena itu, pengembangan klaster industri oleochemical sangat penting.

Kemudian downstreamnya juga akan terus dilanjutkan, jika memungkinkan tidak hanya dalam bentuk CPO (crude palm oil) tetapi juga minyak makan dan kebutuhan lainnya yang memiliki nilai manfaat besar bagi masyarakat.

Gamawan mengimbau baik kepada Gubernur dan Wagub beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim, Bupati/Walikota agar terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi untuk terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang semakin baik dan bersih.

“Terus manfaatkan keberadaan BPKP. Silahkan bertanya jika masih ada hal yang meragukan. Ini penting untuk memastikan agar pengambilan kebijakan tidak berbenturan dengan hukum dan tidak merugikan masyarakat. Tingkatkan koordinasi dengan seluruh unsur pimpinan daerah. Bagi bupati/walikota, harus ikut memberikan partisipasi aktif dan dukungan terhadap program maupun kebijakan Gubernur,” imbaunya.

Gubernur Kaltim terpilih periode 2013-2018 Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan pesta demokrasi Pemilukada Gubernur dan Wagub Kaltim periode 2013-2018. Selain itu, tidak lupa Awang Faroek menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Kaltim yang telah memberikan amanah kepada dirinya untuk melanjutkan kepemimpinan lima tahun kedepan.

“Kita bertekad Kaltim kedepan harus lebih baik. Persoalan mendasar seperti masalah kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pembangunan daerah tertinggal, perbatasan dan pedalaman serta hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat akan terus ditingkatkan,” tegas Gubernur.

Selain itu, lanjut dia Kaltim juga akan melaksanakan berbagai program dalam rangka ikut berkontribusi dalam program kemandirian pangan nasional. Saat ini Kaltim sudah memiliki lahan yang cukup luas (lebih dari 470 ribu hektare), untuk program rice estate, jagung, kedelai dan singkong serta peternakan sapi.

Sedangkan tentang prioritas pembangunan ke depan, Awang Faroek secara tegas menyebut infrastruktur akan menjadi prioritas utama. Diantaranya, pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Jembatan Pulau Balang, Jalan Trans Kalimantan, Bandara dan pelabuhan, telekomunikasi, listrik serta air bersih.

“Infrastruktur akan kita selesaikan. Semua proyek tersebut akan kita tuntaskan selama satu, dua hingga lima tahun ke depan,” tegasnya.

Pelantikan kali ini lebih meriah karena dihadiri sejumlah tokoh nasional diantaranya Abu Rizal Bakrie, Akbar Tanjung, Tanri Abeng serta sejumlah Menteri dan Wamen dari Kabinet Indonesia Bersatu II. (tim humas).

 

////Foto : Gubernur Kaltim Dr. H Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal mengucapkan sumpah jabatan di depan  Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

 

Berita Terkait