Investasi Semakin Besar Buka Peluang Kesempatan Kerja

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Semakin Baik

SAMARINDA – Pertumbuhan ekonomi Kaltim selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan jajaran Pemprov Kaltim mengalami peningkatan dan relatif stabil. Pertumbuhan ekonomi tanpa migas pada 2012 mencapai 11,31 persen walaupun pertumbuhan ekonomi dengan migas masih 3,98 persen.
“Itu merupakan konsekuensi masih mendominasinya sektor migas dan batu bara, tetapi dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,98 persen sudah melebihi target RPJMD Kaltim 2009-2013, yaitu 3,72 persen,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak belum lama ini.
Awang Faroek mengungkapkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kaltim atas dasar harga berlaku pada 2008 Rp314,81 triliun. Sedangkan pada 2012 PDRB Kaltim meningkat menjadi Rp419,10 triliun dan menduduki posisi enam nasional. Pada 2013, hingga triwulan II PDRB Kaltim tercatat Rp211,35 triliun dan diperkirakan hingga Desember 2013 PDRB Kaltim mencapai Rp447,62 triliun.
“Sektor-sektor unggulan Kaltim akan terus kita kembangkan. Khusus untuk migas dan batu bara, ke depan kita berupaya untuk tidak mengekspor bahan mentah, melainkan dengan meningkatkan nilai tambah dari migas dan batu bara dengan mengolah dalam bentuk produk turunan atau barang jadi  untuk kemudian di ekspor,” ungkap Awang Faroek.
Selama lima tahun terakhir, investasi juga terus meningkat seiring dengan terciptanya suasana kondusif di Kaltim. Jika pada 2008 nilai investasi hanya Rp439,48 miliar, terdiri dari PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) senilai Rp254,97 miliar dan PMA (Penanaman Modal Asing) Rp184,51 miliar.
Namun pada 2012, terjadi peningkatan total investasi yang ditanamkan di Kaltim Rp30,47 triliun (PMDN Rp7,7 triliun dan PMA Rp22,77 triliun). Investasi PMDN, Kaltim menduduki posisi empat nasional setelah Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Sedangkan PMA Kaltim pada 2012 menduduki posisi kelima setelah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Timur.
“Hingga April 2013 PMDN Kaltim mencapai Rp4,8 triliun, menduduki posisi kedua setelah Jawa Timur,” kata Awang Faroek.
Tingkat inflasi di Kaltim pada 2012 terkendali pada posisi 5,60 persen, sangat jauh dibanding tingkat inflasi pada 2008 yang berada posisi dua digit yaitu 13,06 persen. Pada 2013, hingga posisi Juni 2013 tingkat inflasi Kaltim mencapai 4,10 persen.
Tingginya minat sejumlah investor untuk menanamkan modalnya di Kaltim, tentu akan berdampak terhadap kian terbukanya kesempatan kerja bagi warga Kaltim, sehinga dapat mengurangi angka pengangguran di daerah ini.  
Sementara di bidang ekspor, pada 2012 Kaltim memberikan kontribusi ekspor terbesar secara nasional dengan nilai US$ 33,79 miliar, meningkat dibandingkan 2008 (US$ 24,70 miliar). Hingga Mei 2013, ekspor Kaltim mencapai US$ 13,42 miliar.
“Pembangunan ekonomi Kaltim maju pesat dan program-program investasi di sektor ekonomi mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar (labor intensif) seperti pertanian dalam arti luas, sektor kepariwisataan dan sektor ekonomi kerakyatan lainnya, sekaligus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (her/hmsprov).

///FOTO : Pertambangan Batubara masih mendominasi pertumbuhan ekonomi Kaltim.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait