Irianto: Hasil Kerja Keras dan Sungguh-Sungguh

Kaltim Raih Nilai Tertinggi Nasional Penilaian LAKIP

JAKARTA– Sekprov Kaltim Dr H Irianto Lambrie mengatakan raihan prestasi terbaik tingkat nasional untuk penilaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) Kaltim pada 2013 merupakan hasil kerja sungguh-sungguh dan kerja keras seluruh pegawai lingkup Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Farid Wadjdy.
“Hal itu juga dapat dicapai karena kekompakan dan kerjasama yang sangat baik dari seluruh unsur pegawai. Sebagai Sekprov, saya bertugas mengkoordinasikan SKPD dan berusaha untuk menjabarkan apa yang sudah diarahkan sebagai suatu kebijakan untuk dapat dieksekusi di tingkat operasional,” kata Irianto usai menghadiri Penyerahan LAKIP Kementerian/Lembaga dan Provinsi di Istana Wapres, Senin (2/12).
Irianto mengungkapkan bersama dengan SKPD terkait khususnya jajaran Biro Organisasi dan Inspektorat Wilayah Kaltim selaku yang ditugaskan untuk menangani LAKIP, secara intensi melakukan kegiatan dan rapat-rapat secara periodik dan mengevaluasi langsung akuntabilias kinerja.
“Hasilnya, SKPD semakin memahami tentang pentingnya akuntabilitas kinerja. Tren Kaltim meningkat secara signifikan, dari 2009 hingga 2013. Dari nilai CC, B- dan B+ pada 2013 atau yang tertinggi bersama DI Yogyakarta. Kita bersyukurnya dengan 34 provinsi saat ini, kita masih bisa bertahan, kedepan kita bisa mendapat nilai A,” ungkapnya.
Guna meningkatkan raihan nilai LAKIP ke depan, Irianto menjelaskan SKPD terkait akan terus berkonsultasi dan meminta asistensi dari Kementerian PAN-RB selaku kementerian yang ditugasi untuk melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja. Selain itu, juga secara terus menerus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menangani, dengan melaksanakan diklat dan tentu mengganti SDM yang sudah pensiun.
“Kita juga terus melakukan pemahaman kepada pejabat eselon II, karena tentu tidak banyak manfaatnya jika di tingkat pimpinan tidak memahami proses maupun bagaimana cara menganalisis dan menghitung akuntabilitas kinerja ini. Disamping itu kita juga terus belajar, baik kepada daerah yang telah berhasil supaya bisa sama seperti mereka, maupun kepada daerah yang belum/kurang berhasil supaya jangan mengalami yang mereka alami,” jelasnya.
Terkait bobot penilaian LAKIP kedepan yang akan bergeser pada outcome, Irianto menyebut hal itu sudah dilakukan di Kaltim. Dalam beberapa tahun terakhir, program pembangunan sudah mengarah pada outcome untuk kegiatan yang didanai APBD.
“Jadi kita bukan melihat output seperti berapa panjang jalan atau berapa jumlah yang didapatkan, tetapi bagaimana hasil pembangunan itu manfaatnya dirasakan oleh pemangku kepentingan, terutama masyarakat. Dan karena itulah kita bisa meraih nilai B+ dari Kementerian PAN-RB tahun ini,” pungkasnya. (her/hmsprov)

///FOTO : Gubernur Awang Faroek Ishak bersama Sekprov Dr H Irianto Lambrie dan Kepala Biro Organisasi Setprov Kaltim H Yuswadi usai menerima Penghargaan Penilaian LAKIP.(heru/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait