Isran : Karhutla Bisa Dicegah

Foto : Gubernur Isran Noor saat melakukan video conference bersama Sekjen KLHK Bambang Hendroyono. Prinsipnya karhutla bisa dicegah, yakin Gubernur. (yuvita/humasprov kaltim)

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor secara khusus mengikuti video conference (vicon) bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  Bambang Hendroyono di Ruang Tamu Gubernur, Lt. 2 Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/5).

 

Vicon yang digagas KLHK membahas upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diikuti para Direktur Jenderal (Dirjen) dan pejabat eselon 1 Kementerian LHK.

 

Tampak mendampingi Gubernur, Kepala Dinas Kehutanan Amrullah dan Plt Kepala BPBD Nazrin. Hadir pula Kapolda Kaltim, Pangdam VI Mulawarman, Danrem 091/ASN, bupati/walikota dan instansi terkait kabupaten/kota serta kementerian/lembaga di Kaltim.

 

Tegas Gubernur Isran Noor mengatakan kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah, tanpa harus menunggu kebakaran terjadi baru dilakukan upaya pemadaman.

 

"Karhutla ini bisa diatasi dan diusahakan dicegah. Sudah sepakat kami. Saya bersama Kapolda dan Pangdam serta instansi terkait lainnya berupaya bagaimana karhutla tidak terjadi di Kaltim," kata Isran Noor.

 

Disebutkannya, sesuai Pergub 9/2019 maka di Kaltim telah terbentuk 20 KPH (Kesatuan Pengelola Hutan) tersebar di beberapa kabupaten. Terdiri, KPH Hutan Lindung dua unit, KPH Hutan Produksi 17 unit dan KPH Tahura satu unit.

 

Selain itu, jumlah rekrutmen  personel yang dilatih untuk pengawasan dan penanganan karhutla sebanyak 2.548 orang. Yakni, personel Manggala Agni 105 orang, Brigade Karhutla UPTD/KPHP/KPHL/Tahura 354 orang, unit managemen 720 orang, Masyarakat Peduli Api diperbantukan tangani karhutla 1.339 orang.

 

"Alokasi anggaran tahun 2020 untuk penanganan karhutla sebesar Rp266,7 miliar dan sekitar 52 persen diperuntukkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan lainnya seperti penyuluhan, pemberdayaan masyarakat setempat Rp18 miliar dan perlindungan dan pengamanan hutan Rp26 miliar, rehabilitasi hutan dan lahan Rp59,7 miliar, pengembangan pembenihan Rp8 miliar. Inilah yang kami siapkan," ungkap Isran Noor.(yans/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait